AKUNTANSI KEUANGAN LAJUTAN II (Modal Saham)

BAB 2

PEMBAHASAN

  1. PENGERTIAN MODAL SAHAM

Saham merupakan bukti pemilikan PT mempunyai beberapa hak sebagai berikut :

  1. Hak untuk berpartisipasi dalam menetukan arah dan tujuan perusahaan, yaitu melalui hak suara dalam rapat pemegang saham.
  2. Hak untuk memperoleh laba dari prusahaan dalam bentuk dividen yang dibagi oleh perusahaan.
  3. Hak untuk membeli saham baru yang dikeluarkan oleh perusahaan agar proporsi pemilikan saham masing-masing pemegang saham dapat tidak berubah.
  4. Hak untuk menerima pmbagian aktiva dalam hal perusahaan likuidasi.

Apabila perusahaan itu mengeluarkan satu jenis saham maka seluruh pemegang saham mempunyai hak yang sama, tetapi apabila saham yang di keluarkan itu lebih dari satu jenis maka yang diberikan kepada masing-masing jenis berbeda, tergantung pada kontrak pengeluaran saham yang disetujui.

Dalam akta pendirian perusahaan disebutkan jumlah lembar saham yang akan dikeluarkan jumlah yang sudah disetor dan nilai nominalnya. Nilai nominal saham adalah nilai yang tercantum dalam tiap-tiap lembar aham, yaitu nilai yang ditetapkan untuk masing-masing lembar.

  1. JENIS-JENIS SAHAM

Apabila saham mengeluarkan satu macam lembar saham maka saham-saham itu disebut saham biasa ( common stock). Apabila saham yang dikeluarkan itu 2 macam, yang satu adalah saham biasa dan yang adalah saham prioritas (preferred stock).

  1. Saham biasa ( Common stock )

Saham biasa adalah saham yang pelunasannya dilakukan dalam urutan yang paling akhir dalam hal perusahaan likuidasi, sehingga resikonya dalah yang paling besar. Karena resikonya besar biasanya jika usahanya perusahaan berjalan dengan baik maka deviden saham biasa akan lebih besar daripada saham prioritas.

  1. Sertifikat Saham

Sertifikat saham ini dikeluarkan oleh PT. Danareksa, yaitu suatu PT yang didirikan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk membeli saham perusahaan-perusahaan yang “go public” melalui pasar modal dan menjualnya kembali kepada masyarakat umumdalam bentuk sertifikat saham. Karena sahamnya dimiliki oleh PT Danareksa, maka hak suara atas saham tersebut juga berada pada PT Danareksa. Pemilik sertifikat saham tidak memiliki hak suara dalam PT.

  1. Saham Prioritas

Saham priorits merupakan saham yang mempunyai beberapa kelebihan, biasanya kelebihan ini dihubungkan dengan pembagian deviden atau pembagian aktiva pada saat likuidasi. Kelebihan dalam hal pembagian deviden adalah bahwa deviden yang dibagi pertama kali harus dibagikan pemegang saham biasa.deviden saham prioritas tidak terutang berdasarkan waktu, tetapi baru terutang jika sudah diumumkan oleh perusahaan. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki saham prioritas yaitu :

  1. Saham Prioritas Kumulatif dan Tidak Kumulatif

Saham prioritas kumulatif adalah saham prioritas yang dividennya setiap tahun harus dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila dalam satu tahun dividen tidak dibayarkan, maka pada tahun-tahun berikutnya dividen yang belum dibayar tadi harus dilunasi dulu sehingga dapat mengadakan pembagian deviden untuk saham biasa. Kumulatif ini tidak berlaku pada saat perusahaan dilikuidasi jika tidak  terdapat saldo laba tidak dibagi. Jika saham prioritas tidak kumulatif, dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayar tidak perlu dilunasi pada tahun-tahun berikutnya. Jadi jika akan membagi dividen untuk saham biasa, kewajiban yang ada hanyalah membayar dividen saham prioritas untuk tahun tersebut.

  1. Saham Prioritas Partisipasi dan tidak Berpartisipasi

Saham prioritas mungkin berprtisipasi penuh atau sebagian. Yang dimaksud dengan partisipasi penuh adalah jika saham priritas berhak atas deviden dengan jumlah yang sama besar dengan saham biasa sesudah saham biasa mendapat deviden sebesar persentase deviden saham prioritas. Partisipasi sebagian berarti berarti saham prioritas akan mendapat deviden sampai jumlah tertentu yang ditetapkan sesudah saham biasa mendapat deviden dengan tarif yang sama dengan saha prioritas. Jumlah tertentu yang akan diterima oleh saham prioritas biasanya dinyatakan dalam persentase.

Misalnya PT Risa Fadila mempunyai saham yang beredar sebagai berikut : saham prioritas, nominal Rp. 1.000.000,00, 10% berpartisipasi penuh, saham biasa, nominal Rp. 2.000.000,00. Pada akhir tahun 2005, dibagi deviden sebesar Rp. 540.000,00. Dividen ini dibagikan kepada saham prioritas dan saham biasa dengan perhitungan sebagai berikut :

                                                       Prioritas                     Biasa

Untuk saham prioritas =

      10% x Rp. 1.000.000,00          Rp. 100.000,00

Untuk saham biasa =

      10% x Rp. 2.000.000,00                                              Rp.            200.000,00

Untuk saham prioritas dan biasa =

      Rp. 240.000,00         = 8 %                     80.000,00         160.000,00

      Rp. 3.000.000,00                              Rp.180.000,00    Rp. 360.000,00

Dengan cara perhitungan diatas, masing-masing saham memperoleh dividen dengan tarif yang sama besar ( 18% ) yaitu :

Saham prioritas         =   Rp. 180.000,00

                                                            X  100%  =  18%

                                Rp. 1.000.000,00

Saham biasa              =  Rp. 360.000,00

                                                            X   100%  =  18%

                                     Rp. 1000.000,00

Perhitungan diatas dapat juga dilakukan sekaligus yaitu sebagai berikut :

Persentase deviden untuk kedua jenis saham :

=  Rp540.000,00   X100%     = 18%

                Rp3.000.000,00

Pembagiam deviden untuk :

Saham prioritas         =  18% x Rp1.000.000,00       =Rp.180.000,00

Saham biasa              =  18% x Rp2.000.000,00       =Rp.360.000,00

Jumlah deviden                                                            Rp.540.000,00

Apabila saham prioritas tidak berpartisipasi penuh, tetapi hanya sampai 15%, maka perhitungannya sebagai berikut :

                                                   Prioritas                    Biasa

Untuk saham prioritas =

  10% x Rp.1.000.000,00               Rp.100.000,00

Untuk biasa  =

  10% x Rp.2.000.000,00                                                Rp.200.000,00

Untuk prioritas =

   5% x Rp. 1000.000,00                      50.000,00

Untuk biasa =                                                                          190.000,00

                                               Rp. 150.000,00         Rp. 390.000,00

Persentase penerimaan dividen sebagai berikut :

Saham prioritas =  Rp.150.000,00

                                                     X 100%  =  15%

                      Rp.1000.000,00

Saham biasa     =  Rp.390.000,00

                                                     X 100%   =  19,5%

                     Rp.2000.000,00

Apabila saham prioritas itu tidak berpartisipasi maka dividen yang diterima setiap tahunnya terbatas sebesar tarif dividennya. Dalam contoh di atas dividen saham prioritas setiap tahunnya sebesar 10%.

  1. Saham prioritas atas Aktiva dan Dividen pada saat likuidasi

Saham dengan preferensi seperti pada saat ini likuidasi akan tetap menerima dividen yang belum dibayar, walaupun saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi. Sesudah pelunasan dividennya, saham prioritas ini dilunasi. Jika saldo laba tidak dibagi tidak mencukupi maka pelunasan dividen dan nominal saham prioritas dilakukan dari modal yang disetor dari saham biasa. Saham biasa yang pelunasannya jatuh pada urutan terakhir tidak akan menerima jumlah pengembalian sebesar sisa modal disetor yang masih ada. Dapat terjadi sisanya nol sehingga saham biasa tidak memperoleh pengembalian.

  1. Saham prioritas yang dapat ditukar dengan Saham Biasa

Pemegang  saham prioritas jenis ini akan menukarkan sahamnya dengan saham biasa dalam keadaan dividen yang dibagi untuk saham biasa tiap tahunnya lebih besar daripada dividen untuk saham prioritas. Apabila keadaan seperti yang disebutkan diatas diperkirakan akan berlangsung terus maka lebih menguntungkan memiliki saham biasa daripada saham prioritas karena saham biasa  mempunyai  klaim yang tidak terbatas atas laba.

  1. PENCATATAN MODAL SAHAM

Untuk dapat melakukan pencatatan modal saham dengan baik, perlu diketahui istilah-istilah berikut ini :

  1. Modal saham statuter atau modal saham yang diotorisasi, yaitu jumlah saham yang dapat dikeluarkan sesuai dengan akta pendirian perusahaan.
  2. Modal saham beredar, yaitu jumlah saham yang sudah di jual (beredar).
  3. Modal saham belum beredar, yaitu jumlah saham yang sudah di otorisasi tetapi belum di jual.
  4. Treasury stock, yaitu modal saham yang sudah dijual dan sekarang dibeli kembali oleh perusahaan.
  5. Modal saham di pesan, yaitu jumlah saham yang disisihkan karena sudah dipesan untuk dibeli.

PSAK No.21 paragraf 15 menyatakan bahwa modal saham yang dijual dicatat dalam rekening modal saham sebesar nilai nominalnya yaitu nilai yang tercantum daam lembaran saham. Jika harga jual tidak sama dengan nilai nominal, selisihnya dicatat dalam rekening agio saham atau disagio saham.

  1. Penjualan secara Tunai

Saham yang dijual secara tunai akan dicatat dengan mendebit akun (rekening) kas dan menkredit rekening (akun) modal saham.seisih harga jual saham (perdana) dengan nilai nominalnya akan dicatat dengan menkredit rekening agio saham atau mendebit rekening disagio saham. Jurnal untuk mencatat penjualan saham perdana adalah :

    Kas                                                                Rp. xxx

    Disagio saham                                                Rp. xxx

          Modal saham                                                                 Rp. xxx

Atau

    Kas                                                                Rp. xxx

           Modal saham                                                                Rp. xxx

           Agio saham                                                                  Rp. xxx

  1. Penjualan melalui Pesanan

Penjualan melalui pesanan yaitu dengan cara dibayar sebagian dan sisanya akan dilunasi kemudian. Jumlah harga yang belum dilunasi dicatat sebagai piutang pesanan saham, dan jumlah nominal saham yang dipesan dikreditkan ke rekening modal saham dipesan. Apabila harga jual saham tidak sama dengan nilai nominalnya, selisihnya dicatat dicatat dalam rekening agio saham atau disagio saham pada waktu pesanan diterima.

Contoh membuat jurnal untuk mencatat penjualan saham.

Transaksi Jurnal

 

Penjualan saham 400 lembar, tunai Rp. 100.000,00 dan mesin seharga Rp. 300.000,00 Kas                               Rp. 100.000,00

Mesin                                   300.000,00

Modal saham                          Rp. 400.000,00

Diterima pesanan 500 lembar saham dengan kurs 11, dibayar tunai 70% sisanya 30 hari Piutang pesanan saham    Rp. 550.000,00

Modal saham dipesan            Rp. 500.000,00

Agio saham                                     50.000,00

 

Kas                                   Rp. 385.000,00

Piutang pesanan saham          Rp. 385.000,00

Diterima pelunasan sisa pesanan untuk 300 lembar saham saham 300 lembar diserahkan Kas                                   Rp. 99.000,00

Piutang pesanan saham         Rp. 99.000,00

 

Modal saham dipesan       Rp. 300.000,00

Modal saham                          Rp. 300.000,00

  1. PEMBATALAN PESANAN SAHAM

Saham yang sudah di pesan, jumlah lembarnya disisihkan tersendiri dan akan diserahkan kepada pemesan bila harga jual saham sudah dilunasi. Apabila terjadi pemesan tidak dapat melunasi kekurangan pembayarannya maka perusahan dapat mengambil salah satu jalan sebagai berikut :

  1. Uang yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan.
  2. Uang yang sudah deiterima dikembalikan pada pemesan sesudah dikurangi biaya atau kerugian penjualan kembali saham-saham tersebut.
  3. Uang yang sudah diterima dianggap hilang (tidak dikembalikan).
  4. Mengeluarkan saham yang nilainya sama dengan jumlah uang yang sudah diterima.

Contoh pencatatan  pembatalan pesanan saham diambilkan dari contoh dimuka yaitu pesanan sebanyak 500 lembar dengan kurs 110 dan sudah dibayar sebanyak 70%. Dari pesanan tersebut seorang pemesan yang memesan saham sebanyak 100 lembar tidak dapat melunasi kekurangannya. Modal saham dipesan yang dibatalkan oleh perusahaan dapat dijual kembali dengan kurs 105.

Jurnal yang dibuat oleh PT. Risa Fadila dalam masing-masing keadaan adalah sebagai berikut :

  1. Uang yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan.

Modal saham dipesan                  Rp. 100.000,00

Agio saham                                           10.000,00

         Piutang pesanan saham                               Rp.   33.000,00

         Kas                                                                 77.000,00

Kas                                               Rp. 105.000,00

        Modal saham                                              Rp. 100.000,00

        Agio saham                                                            5.000,00

  1. Uang yang sudah diterima dikembalikan pada pemesan sesudah dikurangi biaya atau kerugian penjualan kembali saham-saham tersebut :

Modal saham dipesan                  Rp. 100.000,00

Agio saham                                           10.000,00

        Piutang pesanan saham                              Rp. 33.000,00

        Utang pada pemesan                                                   77.000,00

Kas                                               Rp. 105.000,00

Utang pada pemesan                               5.000,00

        Modal saham                                             Rp. 100.000,00

        Agio saham                                                        10.000,00

Utang pada pemesan                    Rp. 72.000,00

        Kas                                                         Rp. 72.000,00

  1. Uang yang sudah diterima dianggap hilang (tidak dikembalikan)

Modal saham dipesan                  Rp. 100.000,00

Agio saham                                           10.000,00

          Piutang pesanan saham                          Rp. 33.000,00

        Modal dari pembatalan pesanan saham         77.000,00

Kas                                               Rp. 105.000,00

          Modal saham                                           Rp. 105.000,00

       Agio saham                                                         5.000,00

  1. Mengeluarkan saham yang nilainya sama dengan jumlah uang yang sudah diterima.

Modal saham dipesan                  Rp. 100.000,00

Agio saham                                             3.000,00

          Modal saham                                         Rp. 70.000,00

        Piutang pesanan saham                                 33.000,00

Kas                                               Rp. 31.500.00

       Modal saham                                        Rp. 30.000,00

       Agio saham                                                  1.500,00

  1. PENJUALAN SAHAM SECARA LUMPSUM

Penjualan saham bisa dilakukan dengan cara pernjualan perunit saham. Unit saham ini terdiri dari beberapa jenis saham. Apabila penjualan dilakukan dengan cara seperti ini maka penerimaan dan penjualan akan dibagikan untuk setiap jenis saham. Metode yang digunakan adalah (1) metode inkremental, dan (2)metode proposional. Bila harga pasar kedua jenis saham diketahui maka perhitungannya menggunakan metode proposional. Namun apabila hanya harga salah satu jenis saham saja yang diketahui, maka digunakan metode inkremental.

Misalnya: 1 unit saham terdiri dari : 1 lembar saham prioritas nominal

                                                               Rp. 10.000,00

                                                               1 lembar saham biasa nominal

                                                               Rp. 1000,00

Harga jual per unit Rp. 10.500,00. Pada saat penjualan diketahui harga pasar   saham biasa = Rp.1.250,00. Karena hanya harga pasar saham biasa yang diketahui, maka harga setiap saham dihitung dengan menggunakan metode inkremental sebagai berikut :

    Harga 1 unit saham                            Rp. 10.500,00

    Harga pasar saham biasa                             1.250,00

    Nilai saham prioritas                          Rp.   9.250,00

Dari perbandingan nilai nominal dan harga pasar masing-masing jenis saham dapat diketahui bahwa dari penjualan diatas, saham biasa mendapat agio sebesar Rp. 250,00 dan saham prioritas mendapat disagio Rp. 750,00. Penjualan satu unit saham dengan harga seperti diatas dicatat dengan jurnal sebagai berikut :

   Kas                                          Rp. 10.500,00

   Disagio saham prioritas                       750,00

               Modal saham prioritas                                     Rp. 10.000,00

               Modal saham biasa                                                   1.000,00

               Agio saham biasa                                                        250,00

Dari contoh diatas bila diketahui harga pasar saham prioritas sebesar Rp. 9500,00, maka perhitungan harga pasar setiap saham dilakukan dengan menggunakan metode proposional sebagai berikut :

   Harga pasar saham biasa                                             Rp. 1.250,00

   Harga pasar saham prioritas                                               9.500,00

   Harga pasar keseluruhan saham                                  Rp. 10.750,00

Dengan demikian maka harga saham biasa adalah :

   Rp. 1.250,00    x Rp. 10.500,00 = Rp. 1.220,00

Rp. 10.750,00

          Harga saham prioritas adalah :

                   Rp. 9500,00          x Rp. 10.500,00 = Rp. 9.280,00

                 Rp. 10.750,00

   Dari perhitungan diatas diketahui bahwa disagio saham biasa sebesar Rp. 30,00 dan disagio saham prioritas sebesar Rp. 500,00. Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan satu unit saham sebagai berikut :

Kas                                                        Rp. 10.000,00

Disagio saham biasa                                             30,00

Disagio saham prioritas                                     720,00

     Modal saham biasa                                            Rp. 1.250,00

       Modal saham prioritas                                                         10.000,00

  1. PERTUKARAN SAHAM DENGAN AKTIVA SELAIN KAS

Kadang-kadang modal saham dikeluarkan dengan menerima aktiva ( selain dari kas ). Dalam keadaan seperti ini besarnya jumlah yang akan dicatat dalam rekening modal dan rekening aktiva didasarkan pada yang lebih mudah ditentukan dari :

  1. Harga pasar saham yang dikeluarkan, atau
  2. Nilai wajar aktiva yang telah diterima

PSAK No.21 paragraf 13 (f) menyatakan bahwa saham dicatat berdasarkan nilai wajar aktiva bukan kas yang diterima (butir b). Apabila kedua dasar penilaian diatas tidak dapat ditentukan, biasanya dilakukan penilaian terhadap aktiva yang diterima. Penilaian ini bisa juga dilakukan oleh pimpinan perusahaan.

Contoh :

  1. Risa Fadila menerbitkan 10.000 lembar saham nominal Rp. 1000,00 per lembar dan ditukar dengan sebuah gedung.
  2. Apabila harga pasar saham tidak diketahui, tetapi harga pasar gedung diketahui sebesar Rp. 15.000.000,00, maka jurnal yang dibuat adalah :

Gedung                            Rp. 15.000.000,00

        Modal saham                               Rp.10.000.000,00

   Agio saham                                         5.000.000,00

  1. Apabila harga pasar gedung, tidak diketahui tetapi harga pasar saham diketahui sebesar rp. 14.000.000,00, maka jurnalnya adalah :

Gedung                            Rp. 14.000.000,00

Modal saham                               Rp. 10.000.000,00

Agio saham                                           4.000.000,00

  1. Apabila harga pasar saham dan bangunan keduanya tidak diketahui dan pimpinan perusahaan menetapkan harga perolehan bangunan sebesar Rp. 12.500.000,00, maka jurnal yang dibuat adalah :

Gedung                            Rp. 12.500.000,00

   Modal saham                              Rp. 10.000.000,00

     Agio saham                                          2.500,000,00

  1. BONUS YANG BERUPA SAHAM

Agar penjualan obligasi atau saham prioritas bisa menarik pembeli, kadang-kadang diberikan saham biasa  sebagai bonus. Misalnya dalam penjualan 10 lembar saham prioritas nominal @ Rp. 1.000,00 diberi bonus 1 lembar saham biasa, nominal Rp. 1.000,00. Harga pasar saham prioritas tanpa bonus = Rp. 950,00 per lembar. Jurnal untuk mencatat transaksi diatas sebagai berikut :

Kas                                                        Rp. 10.000,00

Disagio saham prioritas                                    500,00

Disagio saham biasa                                          500,00

   Modal saham prioritas                                  Rp. 10.000,00

        Modal saham biasa                                                  1.000,00

      Disagio saham prioritas dan saham biasa dihitung sebagai berikut :

Nilai nominal saham prioritas (10 lembar)                     Rp.10.000,00

         Harga pasar saham prioritas (10 lembar)                                9.500,00

          Disagio saham prioritas                                                Rp.     500,00

          Harga jual saham prioritas plus bonus                          Rp. 10.000,00

         Harga pasar saham prioritas tanpa bonus                                 9.500,00

         Nilai saham biasa                                                           Rp.       500,00

         Nilai nominal saham biasa                                                        1.000,00

         Disagio saham biasa                                                       Rp.        500,00

  1. PERLAKUAN TERHADAP AGIO ATAU DISAGIO SAHAM YANG DIJUAL

Dalam hal penjualan saham dengan harga diatas atau di bawah nilai nominal,maka selisih itu dicatat didalam rekening agio atau disagio saham. Rekening (akun) agio saham dipakai untuk mencatat kelebihan harga diatas nilai nominalnya sedang rekening agio saham dipakai untuk mencatat kekurangan harga dari nilai nominal saham. Rekening-rekening agio atau disagio saham adalah rekening yang menunjukan modal yang disetor dari pemegang saham, oleh karena itu selama saham-saham tersebut masih beredar maka rekening itu juga akan nampak dalam neraca. Di dalam neraca rekening agio saham merupakan tambahan terhadap rekening modal saham, dan rekening disagio saham merupakan pengurangan terhadap rekening modal saham. Apabila saham yang beredar ditarik, maka rekening agio dan disagio saham yang berhubungan dengan saham tersbut dibatalkan.

  1. PUNGUTAN TAMBAHAN ATAS SAHAM (ASSESSMENTS)

Dalam suatu keadaan tertentu perusahaan bisa mengadakan pungutan tambahan kepada para pemegang saham. Pencatatan terhadap pungutan tambahan ini tergantung pada harga jual saham-saham tersebut. Apabila saham-saham itu dijual di bawah nominal (dengan disagio) maka pungutan tambahan yang dikenakan kepada para pemegang saham dicatat sebagai berikut :

   Kas                                                      Rp. xx

               Disagio saham                                                 Rp.xx

Rekening disagio saham akan dikredit maksimum sebesar disagio yang timbul dari penjualan saham. Jika pungutan lebih besar daripada disagio saham maka selisihnya akan dikreditkan kerekening modal pungutan tambahan.

  1. PENGELUARAN SAHAM UNTUK MEMBELI (AKUISISI) PERUSAHAAN

Sebuah PT bisa membeli (akuisisi) perusahaan lain dan digabungkan (merger) menjadi satu. Embelian ini dapat dibayar dengan saham dari PT tersebut. Jumlah saham akan dipakai untuk pembayaran tergantung pada harga pasar saham tersebut dan juga harga pasar dari aktiva perusahaan dibeli.

Kadang-kadang perusahaan-perusahaan perseorangan bergabung untuk membentuk suatu PT. Masing-masing perusahaan akan menerima saham dari PT tersebut sebagai  ganti aktiva yang diserahkan kepada PT baru. Bisa juga sebuah perusahaan perseorangan berganti bentuk menjadi PT. Apabila perusahaan yang lama itu berbentuk firma maka para anggota firma tersebut akan menerima saham dari PT yantg baru sebanding dengan modal masing-masing anggota. Dalam keadaan ini ada 2 cara pencatatan yang dapat dilakukan :

  1. Buku-buku perusahan lama dilanjutkan sebagai buku perusahaan baru
  2. Buku-buku perusahaan lama ditutup dan dibuat buku baru untuk perusahaan baru.

Misalnya : Firma A & Z yang beranggotakan A dan Z, membagi laba dengan perbandingan 2 : 3. Pada tanggal 5 Oktober 2005, mereka berubah bentuk perusahaannya menjadi PT. Neraca Firma A & dan Z pada tanggal 5 Oktober 2005 sebagai berikut :

Firma A & Z

Neraca

Per 5 Oktober 2005

Kas                                                Rp. 95.000,00  Utang lancar   Rp.150.000,00

Piutang                   Rp.180.000,00

    CKP                                       15.000,00

                                                           165.000,00

persediaan  barang                             200.000,00  Modal A                     310.000,00

aktiva tetap           Rp.800.000,00                          Modal Z                    600.000,00

  akum. Depresiasi 200.000,00

                                                           600.000,00

                                                   Rp.1.060.000,00                          Rp. 1.060.000,00

PT yang baru diberi nama PT Risa Fadila dengan modal saham biasa sebanyak 3.000 lembar dengan nilai nominal @ Rp. 1000,00. Semua aktiva Firma A dan Z (kecuali kas) diserahkan kepada PT Risa Fadila dan semua utang Firma A sampai Z akan dilunasi oleh PT Risa Fadila. Firma A dan Z menerima 1500 lembar saham dari PT Risa fadila untuk penukaran perusahaannya. Sisa saham yang ada dijual dengan harga Rp.1000,00 per lembar.

Dalam perubahan bentuk perusahaan ini, oleh PT Risa Fadila diadakan beberapa penyesuain terhadap catatan Firma A dan Z sebagai berikut:

  1. Cadangan kerugian piutang dinaikkan menjadi Rp.20.000,00
  2. Barang dagangan dinilai sebesar Rp.255.000,00 (berdasarkan harga beli pada tanggal 5 Oktober 2005)
  3. Aktiva tetap dinilai kembali menjadi Rp.1.500.000,00 dan akumulasi depresiasi sebesar Rp.400.000,00.

Saham yang diterima oleh Firma A dan Z dibagikan untuk A sebanyak 500 lembar dan untuk Z 1.000 lembar. Sisa uang dari firma dibagi kepada A dan Z sesuai dengan sisa modal masing-masing.

  1. Jika buku perusahaan lama dilanjutkan sebagai buku perusahaan baru

Perubahan terhadap nilai aktiva dicatat langsung rekening  modal anggota, kemudian rekening modal anggota ditutup dan rekening modal saham dikredit. Sesudah itu transaksi-transaksi yang berhubungan dengan Pt Risa Fadila akan dicatat dalam buku-buku tersebut. Jurnal-jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :    Sesudah jurnal-jurnal diatas diposting, dapat disusun neraca untuk PT Risa Fadila per 5 Oktober 2005 sebagai berikut:

PT Risa Fadila

Neraca

Per 5 Oktober 2005

Kas                                        Rp.1.500.000,00  Utang            Rp.  150.000,00

Piutang                  Rp.180.000,00

  CKP                            20.000,00

                                                       160.000,00

Persediaan barang                          255.000,00  Modal saham     1.000.000,00

Aktiva tetap         Rp.1.500.000,00

Akum.depresiasi         400.000,00

                                                    1.100.000,00

Goodwill                                    135.000,00

                                              Rp.3.150.000,00                        Rp.3.150.000,00

  1. Jika buku-buku perusahaan lama dan dibuat buku baru untuk perusahaan lama

Jika dibuat buku-buku baru untuk PT, maka semua rekening dalam buku firma ditutup dan aktiva serta utang firma dicatat dalam buku PT. Pada waktu mengadakan penutupan buku-buku firma dibuat jurnal untuk mencatat perpindahan aktiva dan utang-utang firma ke PT, penerimaan saham dan pembagian saham serta uang kepada anggota firma. Jurnal untuk menutup buku-buku firma adalah sebagai berikut :

Transaksi Jurnal
Perpindahan aktiva ke PT

Selisih antara tagihan kepada pembeli (1500 lembar @Rp.1.000,00) dengan nilai buku aktiva yang dipindahkan (Rp.815.000,00), merupakan laba penjualan perusahaan dan dibagi untuk A dan Z berbanding 2 : 3 sebagai berikut :

 

A     2  x Rp.685.000,0

5

=  Rp. 274.000,00

Z      3  x Rp.685.000,00

5

= Rp. 411.000,00

 

Piutang PT Risa Fadila Rp.1.500.000,00

Utang lancar                        150.000,00

CKP                                       15.000,00

Akum.deperesiasi                200.000,00

Piutang                               Rp.180.000,00

Pers.barang                               200.000,00

Aktiva tetap                              800.000,00

Modal A                                   274.000,00

Modal Z                                411.000,00

Mencatat penerimaan saham dari PT Risa Fadila Saham PT Risa Fadila  Rp.1.500.000,00

Piutang PT Risa Fadila      Rp.1.500.000,00

Mencatat pembagian saham untuk A dan Z Modal A                       Rp.   500.000,00

Modal Z                             1.000.000,00

Saham PT Risa Fadila       Rp.1.500.000,00

Mencatat pembagian kas untuk A dan Z Modal A                 Rp. 84.000,00

Modal Z                        11.000,00

Kas                                Rp. 95.000,00

Ada cara lain yang dapat digunakan dalam menutup buku-buku firma, yaitu dengan menutup langsung semua rekening-rekening aktiva, utang dan modal. Dalam cara ini laba penjualan perusahaan dan pembagian saham serta kas, untuk anggota firma tidak dicatat dalam pembukuan. Jurnal untuk menutup langsung rekening-rekening aktiva, utang dan modal Firma A dan Z sebagai berikut :

Utang lancar                                             Rp.150.000,00

CKP                                                                  15.000,00

Akumulasi depresiasi                                 200.000,00

Modal A                                                     310.000,00

Modal Z                                                      600.000,00

                        Kas                                                                     Rp. 95.000,00

                        Piutang                                                                    180.000,00

                        Persediaan barang                                                   200.000,00

                        Aktiva tetap                                                            800.000,00

Sedangkan jurnal yang dibuat oleh PT Risa fadila sebagai berikut:

Transaksi Jurnal
Mencatat aktiva dan utang yang diterima dari Firma A dan Z Piutang                  Rp.  180.000,00

Persediaan barang         255.000,00

Aktiva tetap               1.500.000,00

Goodwill                       135.000,00

CKP                                        Rp.  20.000,00

Akum. Depresiasi                         400.000,00

Utang lancar                                 150.000,00

Utang A dan Z                            1.500.000,00

Mencatat pengeluaran saham 1500 lembar untuk firma A dan Z  Mencatat penjualan saham 1500 lembar @ Rp.1000,00 tunai Utang A dan Z      Rp.1.500.000,00

Modal saham                          Rp.1.500.000,00

Kas                    Rp.1.500.000,00

Modal saham                    Rp.1.500.000,00

Dalam jurnal diatas aktiva yang di terima oleh PT Risa Fadila dicatat dengan jumlah penilaian kembali dan cadangan kerugian piutang serta akumulasi depresiasi di kredit.

Iklan

Catatan Atas Laporan Keuangan

Pengertian Catatan Atas Laporan Keuangan

Menurut IAI (2004), “Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan.” Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan :

  1. Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting;
  2. Informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetap tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas;
  3. Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar.

Bagian kebijakan akuntansi dalam catatan atas laporan keuangan menjelaskan hal – hal sebagai berikut :

  1. Dasar pengukuran dalam menyiapkan laporan keuangan;
  2. Kebijakan akuntansi tertentu yang diperlukan guna memahami laporan keuangan secara benar.
  • Catatan atas Laporan Keuangan adalah tambahan dan informasi yang ditambahkan ke akhir laporan keuangan untuk memberikan tambahan informasi kepada pembaca dengan informasi kepada dengan informasi lebih lanjut.
  • Catatan atas Laporan Keuangan menjelaskan perhitungan item tertentu dalam laporan keuangan serta memberikan penilaian yang lebih komprehensif dari kondisi keuangan perusahaan.
  • Catatan atas Laporan Keuangan dapat mencakup informasi tentang hutang, kelangsungan usaha, kewajiban kontinjensi, atau informasi kontektual untuk menjelaskan angka – angka keuangan.

Kenapa Catatan atas Laporan Keuangan penting?

Catatan atas Laporan Keuangan penting sebagai dasar untuk memberikan penjelasan secara gamblang kepada para pembaca secara luas. Hal ini dikarenakan pembaca Laporan Keuangan tidak hanya para akuntan, akan tetapi berbagai pihak yang notabene – nya bukan bidang akuntansi, sehingga akan lebih membantu jika CLAK itu ditampilkan. Catatan atas Laporan Keuangan dapat membantu pembaca supaya tidak salah persepsi dalam membaca laporan keuangan.

Tidak hanya perusahaan pada umumnya yang harus menyajikan CLAK. Pemerintah pun perlu menyajikan CLAK atas laporan keuangan. Hal ikhwal tentang CLAK tersaji dalam Standar  Akuntansi Pemerintahan Pernyataan Nomor 4 (PSAP 4).

Isi dari Catatan atas Laporan Keuangan :

  • Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang – Undang APBN/ Perda APBD beserta kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target.
  • Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan.
  • Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan – kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi – transaksi dan kejadian – kejadian penting lainnya.
  • Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
  1. PERISTIWA KEMUDIAN

Peristiwa Kemudian adalah peristiwa atau transaksi yang kadang – kadang terjadi sesudah tanggal tersebut tetapi sebelum diterbitkannya laporan keuangan dan laporan audit, yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan, sehingga memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan – laporan tersebut.

Auditor berkepentingan untuk menjelaskan terjadinya peristiwa kemudian ini di dalam laporan auditornya, jika dampak peristiwa tersebut terhadap laporan keuangan aufitan material, sehingga diperkirakan jika auditor tidak berbuat demikian, pemakai laporan keuangan akan melakukan keputusan yang salah.

Peristiwa kemudian yang perlu dijelaskan di dalam laporan audit:

  1. Peristiwa yang jumlahnya material.
  2. Peristiwa yang penting dan bersifat luar biasa.
  3. Peristiwa yang terjadi dalam periode sejak tanggal neraca sampai dengan tanggal selesainya pekerjaan lapangan.

Peristiwa kemudian yang memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien dibagi menjadi dua golongan:

  1. Peristiwa kemudian yang memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien.
  2. Peristiwa kemudian yang tidak memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien, namun perlu dicantumkan penjelasan untuk itu.
  3. Peristiwa yang Memerlukan Penyesuaian (Adjustment)

Peristiwa kemudian yang memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien. Peristiwa atau transaksi ini memberikan informasi tambahan bagi manajemen untuk menentukan saldo akun penilaian (misalnya akun Cadangan Kerugian Piutang) pada tanggal neraca dan juga kepada auditor dalam memverifikasi saldo akun tersebut. Sebagai contoh, auditor menghadapi kesulitan dalam menentukan penilaian yang wajar terhadap sediaan karena terjadinya keusangan dalam kondisi sediaan tersebut.

Penjualan sediaan tersebut sebagai barang rongsokan dalam periode setelah tanggal neraca dapat dipakai oleh auditor sebagai dasar untuk menentukan nilai yang wajar bagi sediaan tersebut pada tanggal neraca. Nilai jual rongsokan yang diketahui oleh auditor setelah tanggal neraca tersebut dipakai oleh auditor untuk membuat jurnal adjusment yang diusulkan kepada klien sebagai nilai sediaan tersebut di dalam catatan dan laporan keuangan klien.

Contoh peristiwa kemudian yang memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien:

  1. Pengumuman kebangkrutan debitur klien karena terjadinya kesulitan keuangan debitur tersebut, yang jumlah piutang kepada debitur tersebut melebihi jumlah cadangan kerugian piutang yang telah dibentuk oleh klien.
  2. Penyelesaian perkara pengadilan yang jumlahnya berbeda dengan jumlah yang telah dicatat di dalam buku klien.
  3. Penjualan ekuipmen yang sudah tidak dipakai lagi dalam kegiatan usaha klien, dengan harga dibawah nilai bukunya kini.
  4. Penjualan surat berharga pada harga yang lebih rendah daripada kos yang dicatat di dalam buku klien.
  5. Peristiwa yang Tidak Memerlukan Penyesuaian (Adjustment)

Peristiwa kemudian yang tidak berdampak langsung terhadap laporan keuangan klien, namun perlu dicantumkan penjelasan untuk itu. Penyebab terjadinya peristiwa kemudian dalam golongan ini tidak ada sebuah tanggal neraca,tetapi peristiwa ini sangat penting sehingga memerlukan penjelasan, meskipun tidak memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien. Umumnya peristiwa kemudian ini sudah cukup jika dijelaskan dalam catatan kaki, tetapi kadang-kadang peristiwa ini sangat penting artinya sehingga memerlukan tambahan penjelasan riwayat terjadinya dan pernyataan akibat peristiwa ini seandainya terjadi pada tanggal neraca.

Contoh peristiwa kemudian yang tidak memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan klien, namun perlu dicantumkan penjelasan untuk itu, misalnya sebagai catatan kaki atau penjelasan di dalam laporan audit:

  1. Penurunan harga pasar surat berharga yang dimiliki klien sebagai investasi sementara.
  2. Pengeluaran obligasi atau saham.
  3. Penyelesaian perkara pengadilan yang peristiwa penyebabnya terjadi setelah tanggal neraca.
  4. Penurunan nilai pasar persediaan sebagai akibat larangan pemerintah terhadap penjualan suatu produk.
  5. Kerugian akibat terbakarnya sediaan yang tidak diasuransikan.

Akun yang Terpengaruh Peristiwa Kemudian
Kas Bank klien bangkrut.

Keputusan pengadilan yang menyita data klien.

Perampokan, pencurian dan penggelapan kas yang jumlahnya melebihi ganti rugi yang diterima dari perusahaan asuransi.

Piutang Usaha Kegagalan, penagihan piutang usaha kepada sebagian besar pelanggan yang tidak diperkiraka sebelumnya.
Investasi Penurunan drastis harga pasar surat berharga.

Kesulitan keuangan yang dialami oleh perusahaan yang mengeluarkan surat berharga yang dimiliki oleh klien sebagai investasi.

Kegagalan pembayaran bunga dan pokok pinjaman oleh perusahaan yang mengeluarkan obligasi.

Penjualan surat berharga pada harga yang jauh diatas atau di bawah kosnya.

Sediaan Kerugian karena kebakaran atau bencana alam yang lain, yang tidak diasuransikan.

Kenaikan atau penurunan drastis harga pasar sediaan.

Perubahan metode penentuan harga sediaan.

Penggunaan sediaan yang bersifat luar biasa sebagai jaminan penarikan kredit.

Aktiva Tetap Kerugian karena kebakaran atau bencana alam yang lain, yang tidak diasuransikan.

Rencana perluasan usaha atau pengurangan dana.

Penilaian aktiva tetap.

Keusangan aktiva tetap karena perubahan yang mendadak pada permintaan atau produk yang dihasilkan.

Utang Lancar Komitmen pembeliaan yang bersifat luar biasa, yang disertai dengan penurunan harga jual barang dagangan.

Pembatalan kontrak pembelian.

Kegagalan dalam pemabayaran utang wesel.

Utang Jangka Panjang Kenaikan yang besar dalam utang jangka panjang.

Kegagalan dalam membayar bunga dan pokok pinjaman.

Modal Saham Kenaikan atau penurunan jumlah lembar saham yang beredar.

Transaksi pembelian saham sebagai treasury treasury stock yang bersifat luar biasa.

Reorganisasi struktur modal saham.

Pengubahan utang obligasi menjadi saham biasa.

Perubahan bentuk badan usaha, misalnya dari badan usaha berbentuk persekutuan (CV atau Firma) menjadi perseroan terbatas (PT) atau sebaliknya.

Saldo Laba (Retained Earnings) Pembagian dividen yang bersifat luar biasa, yang mengganggu  modal kerja.

Penyisihan saldo laba yang bersifat luar biasa.

Laba atau rugi yang jumlahnya material, yang dikreditkan atau didebitkan langsung kedalam saldo laba.

Unsur lain Perubahan pimpinan puncak.

Perubahan kebijakan manajemen.

Perubahan undang-undang.

Tambahan pengenaan pajak atau penerimaan penggantian pajak (tax refund) yang bersifat luar biasa.

Persyaratan yang ditetapkan oleh pasar modal.

Prosedur audit terhadap peristiwa kemudian:

  1. Pelajari notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan komisi-komisi yang dibentuk dalam periode setelah tanggal neraca.
  2. Review laporan keuangan klien yang dibuat dalam jangka waktu antara tanggal neraca auditan sampai dengan tanggal penerbitan laporan audit.
  3. Adakan wawancara dengan pimpinan perusahaan mengenai peristiwa yang kemungkinan berdampak material terhadap penyajian laporan keuangan.
  4. Lakukan wawancara dengan penasihat hokum klien.
  5. Review penagihan piutang usaha yang terjadi setelah tanggal neraca.
  6. Review jurnal penerimaan kas terutama yang mengenai transaksi penerimaan kas dari penarikan kredit atau dari penjualan aktiva tetap yang jumlahnya material.
  7. Review transaksi yang material jumlahnya yang dicatat dalam buku jurnal material.

PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan auditor independen umumnya diterbitkan dalam hubungannya dengan laporan keuangan historis yang dimaksudkan untuk menyajikan posisi keuangan pada tanggal tertentu dan hasil usaha, perubahan ekuitas, serta arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut.

Namun, ada peristiwa atau transaksi yang kadang-kadang terjadi sesudah tanggal tersebut tetapi sebelum diterbitkannya laporan keuangan dan laporan audit, yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan, sehingga memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan-laporan tersebut.

Misalnya, auditor mengaudit laporan keuangan per 31 Desember 2007 dan menerbitkan laporan auditor independen (opini auditor) pada tanggal 22 Maret 2008. Selama pelaksanaan audit, auditor harus memperhatikan kemungkinan adanya peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal 31 Desember 2007 sampai tanggal 22 Maret 2008 yang memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan keuangan auditan per 31 Desember 2007 tersebut.

Peristiwa atau transaksi tersebut di atas merupakan “Peristiwa Kemudian atau Peristiwa Setelah Tanggal Neraca (Subsequent Events)” yang diatur dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) SA Seksi 560 (PSA No. 46) tentang Peristiwa Kemudian serta Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 8 (Revisi 2003) tentang Peristiwa Setelah Tanggal Neraca.

Ada dua jenis peristiwa setelah tanggal neraca seperti yang diatur dalam PSAK dan SPAP, yaitu :

(1) peristiwa setelah tanggal neraca yang memerlukan penyesuaian

Contoh peristiwa setelah tanggal neraca yang memerlukan penyesuaian atas laporan keuangan adalah :

  1. Kerugian akibat piutang tak tertagih yang disebabkan oleh adanya pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan dan menuju kebangkrutan setelah tanggal neraca
  2. Keputusan pengadilan setelah tanggal neraca atau penyelesaian tuntutan hukum yang jumlahnya berbeda dengan jumlah hutang yang sudah dicatat jika peristiwa yang menyebabkan timbulnya tuntutan tersebut telah terjadi atau ada sebelum tanggal neraca
  3. Penemuan kecurangan atau kesalahan yang menunjukkan bahwa laporan keuangan tidak benar

(2) peristiwa setelah tanggal neraca yang tidak memerlukan penyesuaian

Untuk peristiwa setelah tanggal neraca yang tidak memerlukan penyesuaian atas penyajian laporan keuangan, auditor harus memperhatikan kemungkinan adanya peristiwa tertentu yang mungkin memerlukan pengungkapan agar laporan keuangan tidak menyesatkan pembacanya.

Apabila peristiwa setelah tanggal neraca yang tidak memerlukan penyesuaian adalah penting, dalam arti jika tidak diungkapkan akan mempengaruhi pengambilan keputusan pengguna laporan keuangan, maka perusahaan harus mengungkapkan informasi berikut untuk setiap peristiwa tersebut :

  1. Jenis peristiwa yang terjadi;
  2. Estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan bahwa estimasi semacam itu tidak dapat dibuat.

Contoh peristiwa setelah tanggal neraca yang tidak memerlukan penyesuaian tetapi diperlukan adanya pengungkapan dalam laporan keuangan adalah :

  1. Penjualan obligasi atau penerbitan saham baru
  2. Terjadinya tuntutan hukum yang signifikan yang semata-mata disebabkan oleh peristiwa yang terjadi sesudah tanggal neraca
  3. Pembelian dan pelepasan aset dalam jumlah yang signifikan, atau pengambilalihan aset oleh pemerintah
  4. Perubahan abnormal atas harga aset atau nilai tukar mata uang asing setelah tanggal neraca
  5. Perubahan tarif pajak atau peraturan perpajakan yang diberlakukan atau diumumkan setelah tanggal neraca dan memiliki pengaruh yang signifikan pada aset dan kewajiban pajak kini dan tangguhan
  6. Kerugian aktiva tetap atau persediaan yang diakibatkan oleh kebakaran

Pengidentifikasian peristiwa-peristiwa yang memerlukan penyesuaian laporan keuangan atau tidak ataupun yang memerlukan pengungkapan dalam laporan keuangan auditan membutuhkan penerapan kebijakan dan pengetahuan tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada.

Misalnya, kerugian sebagai akibat piutang tidak tertagih yang disebabkan oleh adanya pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan dan menuju kebangkrutan sesudah tanggal neraca merupakan indikasi keadaan yang ada pada tanggal neraca, sehingga membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan sebelum diterbitkan. Namun, apabila kerugian yang sama terjadi sebagai akibat adanya pelanggan yang mengalami kebangkrutan karena kebakaran atau banjir sesudah tanggal neraca, bukan merupakan indikasi kondisi yang ada pada tanggal neraca, sehingga tidak diperlukan adanya penyesuaian atas laporan keuangan (Hrd).

  1. KETERBATASAN LAPORAN KEUANGAN
    1. Laporan keuangan bersifat historis, yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat. Karenanya, laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
    2. Laporan keuangan bersifat umum, dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.
    3. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari taksiran dan berbagai pertimbangan.
    4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material. Demikian pula, penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan.
    5. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian; bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, maka lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.
    6. Laporan keuangan lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).
    7. Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis, dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi-informasi yang dihasilkan.
    8. Adanya berbagai alternatif metode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antar perusahaan.
    9. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantifikasikan umumnya diabaikan.

Hukum Nikah Dalam Islam

  1. Pengertian Pernikahan/nikah

Secara bahasa nikah berarti mengumpulkan, sedangkan menurut istilah yaitu akad yang menghalalkan pergaulan dan membatasi hak dan kewajiban. Nikah adalah salah satu asas pokok hidup yang paling utama dalam pergaulan atau masyarakat yang sempurna. Pernikahan itu bukan saja merupakan jalan yang amat mulia untuk mengatur kehidupan rumah tangga dan keturunan, tetapi juga dapat dipandang sebagai suatu jalan untuk menuju pintu perkenalan antara suatu kaum dengan kaum lain, dan perkenalan itu akan menjadi jalan untuk menyampaikan pertolongan antara satu dengan yang lainya.

  1. Hukum Nikah

Pernikahan dapat menjaga kehormatan diri dan pasangan agar tidak terjerumus kedalam hal-hal yang diharamkan. Juga berfungsi untuk menjaga komunitas manusia dari kepunahan, dengan terus melahirkan dan mempunyai keturunan.

Hukum Nikah

        Nikah merupakan amalan yang disyari’atkan, hal ini didasarkan pada firmanAllah SWT :

  “Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil. Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”(QS. An-Nisaa’ [4]: 3).

Dari keterangan diatas disimpulkan bahwa hukum nikah ada beberapa yaitu :

  1. Wajib

Menikah hukumnya wajib bagi orang yang khawatir berbuat zina jika tidak melakukannya. Sebagaimana kita ketahui menikah adalah satu cara untuk menjaga kesucian diri. Maka jika tidak ada jalan lain untuk meraih kesucian itu, kecuali dengan menikah, maka menikah hukumnya adalah wajib bagi yang bersangkutan.

Bahkan, jika keadaan sudah darurat, dalam arti bahwa seseorang benar-benar terjerumus ke dalam perzinaan, maka menikah hukumnya wajib baginya, baik sudah siap secara materi maupun belum sama sekali.

Sementara itu Allah SWT. telah menjanjikan hamba-Nya yang fakir akan kaya dengan menikah, sebagaimana firman-Nya:

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian* diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika  mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Nur [24]: 32).

  1. Sunnah

Pernikahan tidak menjadi wajib, namun sangat dianjurkan bagi siapa saja yang memiliki hasrat atau dorongan seksual untuk menikah dan memiliki kemampuan untuk melakukannya, walaupun merasa yakin akan kemampuannya mengendalikan dirinya sendiri, sehingga tidak khawatir akan terjerumus dalam perbuatan yang diharamkan Allah. Orang seperti ini, tetap dianjurkan untuk menikah, sebab bagaimanapun nikah adalah tetap lebih afdhal dari pada mengkontrasikan diri secara total (ber-thakhalli) untuk beribadah.

  1. Makruh

Jika seseorang laki-laki yang tidak mempunyai syahwat untuk menikahi seseorang perempuan, atau sebaliknya, sehingga tujuan pernikahan yang sebenarnya tidak akan tercapai, maka yang demikian itu hukumnya makruh. Misalnya seorang yang impoten. Sebagaimana kita ketahui, salah satu tujuan dari pernikahan adalah menjaga diri, sehingga ketika tujuan ini tidak tercapai, maka ada faedahnya segera menikah.

  1. Haram

Pernikahan menjadi haram bila bertujuan untuk menyakiti salah satu pihak, bukan demi menjalankan sunnah rasulallah Saw. Misalnya, ada seorang laki-laki yang mau menikahi seorang perempuan demi balas dendam atau sejenisnya. Ini hukumnya haram. Masuk dalam kategori ini ketidak mampuan memberi nafkah atau menunaikan kewajiban yang lainnya.

  1. Mubah (boleh)

Pernikahan menjadi mubah (yakni bersifat netral, boleh dikerjakan dan boleh juga ditinggalkan) apabila tidak ada dorongan atau hambatan untuk melakukannya ataupun meninggalkannya, sesuai dengan pandangan syari’at, seperti telah dijelaskan diatas.

  1. Rukun dan syarat nikah.

            Rukun nikah yaitu apa yang merupakan hakekat dari perkawinan yang tanpa adanya rukun tidak akan sah sebuah perkawinan. Rukun nikah antara lain:

  1. Calon suami, dengan syarat :

Muslim, merdeka, berakal, benar-benar laki-laki, adil, tidak beristri empat, tidak mempunyai mahram dengan calon dan tidak sedang ihram haji atau umroh.

  1. Calon istri, dengan syarat-syarat sebagai berikut:

Muslimah (benar-benar perempuan), telah mendapat izin dari walinya, tidak bersuami atau tidak dalam masa iddah, tidak mempunyai hubungan mahram dengan calon suaminya dan tidak sedang berihram haji atau umroh.

  1. Sighat (ijab dan qabul).

ijab yaitu suatu pernyataan berupa penyerahan diri seorang wali perempuan atau wakilnya kepada seorang laki-laki dengan kata-kata tertentu maupun syarat dan rukun yang telah ditentukan oleh syara’. Qabul yaitu suatu pernyataan penerimaan oleh pihak laki-laki terhadap pernyataan wali perempuan atau wakilnya.

  1. Wali perempuan, dengan syarat sebagai berikut:

Muslim, berakal, tidak fasiq, laki-laki dan mempunyai hak untuk menjadi wali.

            Tidak akan sah nikah jika tidak ada wali, hadits nabi menyebutkan.

 “janganlah perempuan mengawinkan perempuan yang lain dan janganlah pula perempuan mengawinkan dirinya sendiri, karena perempuan yang berzina ialah yang mengawinkan dirinya sendiri. ( Riwayat ibnu majah dan Daruqquthni ).

            Yang berhak menjadi wali bukan sembarang orang, menurut Syafi’I, orang-orang yang berhak menjadi wali yaitu:

  • Bapak, kakek (bapak dari bapak), dan seterusnya ke atas.
  • Saudara laki-laki seibu sebapak.
  • Saudara laki-laki sebapak.
  • Anak laki-laki saudara seibu-sebapak.
  • Anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak dan seterusnya kebawah.
  • Saudara laki-laki seibu sebapak dari bapak (=paman kandung).
  • Saudara laki-laki sebapak dari bapak (=paman sebapak).
  • Anak laki-laki paman kandung.
  • Anak laki-laki paman sebapak dan seterusnya kebawah.
  • Hakim (wali hakim), yaitu jika tidak ada wali-wali tersebut di atas, atau wali yang berhak ada tapi tidak mau jadi wali.
  1. Dua orang saksi, dengan syarat sebagai berikut:

Muslim, baligh, berakal, merdeka, laki-laki, adil, pendengaran dan penglihatannya sempurna, memahami bahasa yang di ucapkan dalam ijab dan qabul, tidak sedang mengerjakan ihram haji atau umroh. Akad nikah harus dihadiri oleh dua orang saksi, tampa adanya dua orang saksi ini perkawinan tidak akan sah. Dalilnya ialah Hadist SAW yang menyebutkan: “Tidak ada atau tidak sah nikah melainkan dengan wali dan dua orang saksi yang adil”.

  1. Tujuan Pernikahan
  2. Untuk Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia Yang Asasi. Perkawinan adalah fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini yaitu dengan aqad nikah (melalui jenjang perkawinan), bukan dengan cara yang amat kotor menjijikan seperti cara-cara orang sekarang ini dengan berpacaran, melacur, berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
  3. Untuk Membentengi Ahlak Yang Luhur. Sasaran utama dari disyari’atkannya perkawinan dalam Islam di antaranya ialah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji, yang telah menurunkan martabat manusia yang luhur.
  4. Untuk Menegakkan Rumah Tangga yang Islami

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Islam membenarkan adanya Thalaq (perceraian), jika suami istri sudah tidak sanggup lagi menegakkan batas-batas Allah, sebagaimana firman Allah dalam ayat berikut :

Artinya : “Thalaq (yang dapat dirujuki) dua kali, setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum Allah, maka janganlah kamu melanggarnya. Barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Baqarah [2]:229)

Jadi tujuan yang luhur dari pernikahan adalah agar suami istri melaksanakan syari’at Islam dalam rumah tangganya. Hukum ditegakkannya rumah tangga berdasarkan syari’at Islam adalah wajib.

  1. Untuk Meningkatkan Ibadah Kepada Allah

Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih di samping ibadat dan amal-amal shalih yang lain, sampai-sampai menyetubuhi istri-pun termasuk ibadah (sedekah).

  1. Untuk Mendapat Keturunan yang Shalih

Tujuan perkawinan di antaranya ialah untuk melestarikan dan mengembangkan bani Adam.

  1. Hikmah Pernikahan

  Adapun hikmah yang lain dalam pernikahannya itu yaitu :

  1. Mampu menjaga suami istri tidak terjerumus dalam perbuatan nista dan mampu mengekang syahwat serta menahan pandangan dari sesuatu yang diharamkan.
  2. Menciptakan keturunan yang baik dan mulia sekaligus merupakan upaya menjaga kelangsungan hidup manusia sesuai dengan ajaran agama.
  3. Bersungguh-sungguh dalam mencari rizqi.
  4. Memperluas persaudaraan.
  5. Mendatangkan keberkahan.
  6. Cara Memilih Istri dan Suami

Dalam membangun mahligai surga rumah tangga persiapan awal harus dilakukan pada saat memilih jodoh. Islam menganjurkan kepada umatnya ketika mencari jodoh itu harus berhati-hati baik laki-laki maupun perempuan, hal ini dikarenakan masa depan kehidupan rumah tangga itu berhubungan sangat erat dengan cara memilih suami maupun istri. Untuk itu kita sebagai umat muslim harus memperhatikan kriteria dalam memilih pasangan hidup yang baik.

Dasar firman Allah SWT :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-Nur [4]: 31).

Dan dari sabda Rasullah yang artinya :

“Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda : sesungguhnya seorang wanita itu dinikahi atas empat perkara, yaitu : harta, nasab, kecantikan, dan agamanya, maka perolehlah yang mempunyai agama maka akan berdeburlah tanganmu” .

Dalam memilih pasangan hendaknya menjaga sifat-sifat wajib. Syeh jalaluddin Al-qosimi Addimasya’i dalam kitab Al-mauidotul Mukminin menyebutkan ada beberapa kriteria dalam memilih pasangan hidup :

  • Baik agamanya : hendaknya ketika memilih pasangan itu harus memperhatikan agama dari sisi pasangan tersebut.
  • Luhur budi pekertinya : seorang pasangan yang luhur budi pekertinya selalu sabar dan tabah menghadapi ujian apapun yang akan dihadapi dalam perjalanan hidupnya.
  •  Menawan rupanya : setiap pasangan cenderung menyukai rupa yang menawan. Rupa yang menawan disertai kesolehahhan prilaku membuat pasangan tentram dan cenderung melipahkan kasih sayangnya kepadanya, untuk itu sebelum menikah kita disunahkan untuk melihat pasangan kita masing-masing.
  • Ringan maharnya : Rasullullah bersabda: “salah satu tanda keberkahan perempuan adalah cepat kawinnya, cepat melahirkannya, dan murah maharnya.
  • Subur : artinya cepat memperoleh keturunan dan pasangan itu tidak berpenyakitan.
  • Keturunan keluarga baik-baik : dengan sebuah hadist Rasullallah besabda :“jauhilah dan hindarkan olehmu rumput mudah tumbuh kotorankerbau”. Maksudnya : seorang yang cantik dari keturunan orang-orang jahat.
  • Bukan termasuk mahram : kedekatan hubungan darah membuat sebuah pernikahan menjadi hambar, disamping itu menurut ahli kesehatan hubungan darah yang sangat dekat dapat menimbulkan problem genetika bagi keturunannya.

Sejarah Kehidupan

Setiap waktu berjalan penuh dengan berbagai cerita yang membuat hidup lebih berwarna. Cerita pun terbentuk berdasarkan kejadian pada waktu yang telah berlalu. Pada waktu itu sejarah tertuliskan oleh aktor-aktor pewayangan digerakkan langsung oleh dalang Ilahi. Dengan itu sejarah tercipta atas dasar interaksi sosial. Setiap orang memiliki cerita dlam sejarah hidupnya, kerena pangalaman dengan faktor ketergantungan manusia hadir dengan beraneka ragam cerita. Atas dasar kehidupan bersama dan interaksi dalam aktivitas, sejarah lahir menjadi cerita, hikayat, dan dongeng.

Perjalanan setiap orang tidak terlepas dari dialektika antar aktor. Semua menjadi paragraf dalam kalimat susunan alur kata. Namun tidak dapat dipungkiri terkadang waktu seringkali mengejarnya dari ketidak mampuan mengarungi perputaran waktu. Hal ini terjadi apabilah waktu tidak dimanfaatkan dengan baik dan benar. Seseorang yang mempunyai aktivitas penuh dalam kesehariannya memang waktu terasa sedikit perputarannya, sebab banyak hal yang ingin dilakukan dalam hidupnya. Dalam konstruk ini beda dengan seorang yang hanya berdiam diri mengansumsikannya menikmati hidup tanpa berbuat sesuatu. Hal ini jelas salah dalam menaknainya. Sedangkan dalan lingkar waktu banyak hal yg harus diperbuat untuk merubah kehidupan lebih stabil, adil, damai, tentram, dan berkembang ke arah lebih baik dari semula.

Kematian dalam hidup

Setiap orang mempunyai persepsi masing-masing dalam melakukan perjalanan hidupnya. Kejadian itu bermula dari bagaimana individu memaknai hidup? Esensi hidup hanya sebatas nafas yang masih melekat dalam raga. Namun, senyatanya bukan itu saja, sebab hidup yang nyata adalah pribadi mampu bertindak merubah segala sesuatu yang berhubungan dengan kenyataan.

Seringkali terjadi dan kita jumpai hidup yang dibuang begitu saja. Artinya dalam kenyataan ini, adalah tindakan individu yang tidak melambangkan suatu hal yang baik, ini merupakan kemirisan manset berfikir dalam memaknai hidup yang perlu dirubah. Senyatanya hidup perlu diwarnai dengan memanfaatkan segalanya yang ada di lingkungan kita dalam berinteraksi langsung dengan Alam, manusia dan tuhan. Dengan interaksi seperti itu hidup lebih hidup dari kita yang hanya diam atau bahkan hanya melakukan tindakan anarkis dan radikal.

Perlu dicemati dengan seksama bahwa seseorang mampu menjadi pribadi sendiri hanya dengan berbuat sesuatu yang baik dalam melakukan tindakan sosial pada sejarah masa lalu. Orang -orang terdahulu bergerak bangkit dari tidur pulasnya, menyatukan tekat untuk melakukan perubahan sosial yaitu mengusir penjajahan. Tokoh-tokoh para pejuang negeri ini menulis sejarahnya dengan gerakan sosial mengusir penjajahan pada waktu itu, sehingga pada tahun 1945 proklamasi kemerdakaan tersuarakan dan diakui oleh seluruh dunia.

Mereka hanya ingin berbuat menyisahkan hidupnya hanyak untuk masa depan anak cucu kelak yang lahir pada era moderenisasi saat ini. Damai berkat mereka dan semangat juangnya yang berapi membara. Lantas bagaimana dengan generasi saat ini yang hanya sebagai penikmat saja?. Pada saat ini masih banyak hal yang perlu dilakukan, sebab lawannya bukan lagi penjajah tapi makhluk astral yang abstrak tidak kelihatan oleh mata. Semisalkan saat ini hanya diam terpaku bagai katak dalam termpurung. Jelas kita menyudutkan diri dan membunuh hidup kita sendiri.

Hidup yang Hidup

Anugrah hidup yang diberikan Tuhan yang maha Esa Sungguh luar biasa nikmat dan karunia-Nya. Memanfaatkan hidup dengan sebaik mungkin itu perlu. Menejeman waktu memang penting untuk disetting sebaik mungkin dan se efektif mungkin dalam mengarungi kehidupan. Banyak jalan untuk ditempuh guna mewarnai kehidupan.

Warna-warni dengan berbagai kebiasaan masyarakat disebutkan budaya, kulture, ras, etnis dan juga agama. Dengan perbedaan ini serasa kita menjadi satu dengan kata “Bhinneka tunggal ika” pada negri ini. Berujuang dengan bersama menuliskan sejarah baru menjadi cita-cita dan tujuan bersama. Perlu di sadari setiap insan yang mengakui dirinya manusia yang tidak terlepas akan kehidupan bersa yang saling membutuhkan satu sama lain. Hal itu perlu direnungkan kembali bahwa sejarah kemerdekaan masih belum selesai. Perjuangan masih berlanjut samapai masyarakat menikmati akan kesejahteraan. Lakukan yang ingin dilakukan untuk merubah sudut pandang sosial ke arah lebih baik dari sebelumnya.

Berjuang bagi diri yang mengerti akan situasi dan kondisi sosial perlu didasari dengan perjuangan. Sebab, mereka membutuhkan kita yang tau dengan berbagai seluk beluk kelicikan sang diktator pemerintah. Segala cara mereka lakukan untuk menindas yang lebih rendah. Lantas sampai kapan lagi hal ini berlanjut kalau bukan memulai dengan gerakan-gerakan kecil untuk menyadarkan mereka yang masih pulas dalam tidur panjangnya. Mebangunkan tidur memanglah sulit, tapi itu perlu dimulai dengan diri pribadi. Bangkit itu berlari bukan hanya berdiri.

MANFAAT DARI ETIKA BISNIS

Diunia bisnis memang sangat menjanjikan bagi para pemburu finansial. Dalam bisnis yang dibutuhkan tidak hanya modal kerja yang besar, namun paling utama yang diperlukan adalah tekad atau keberanian untuk memulai membuka bisnis usaha meski dari titik Nol. Jatuh bangun bagi penggiat bisnis sudah menjadi biasa kareana kegagalan adalah kunci utama kesuksesan. Pencapaian kesuksesan bisnis berada dalam kegigihan sesorang penggiat bisnis dalam kerja kerasnya membangun dan mengembangkan usaha untuk dapat berjalan terus serta menghasilkan profitabilitas yang tinggi. William Spregal mengatakan bahwa bisnis ialah suatu kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang atau jasa yang bisa diklasifikasikan dalam kegiatan-kegiatan bisnis.

Dengan demikian, pada dasarnya bisnis merupakan usaha mencari profit dengan melakukan perputaran uang secepat mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam pandangan Islam sangatlah menganjurkan setiap umat untuk selalu bekerja. Tidak ada satu kata pun yang menyebut bahwa orang Islam yang beriman itu disarankan untuk menjadi pengangguran karena hal tersebut merupakan perilaku syaitan. Begitu pentingya perilaku yang menjunjung tinggi etos kerja agar manusia selalu bekerja, bekerja, dan bekerja, Rasululllah Muhammad SAW bersabda di dalam dalam suatu haris yang artinya bahwa bekerja mencari rejeki yang halal merupakan kewajiban, setelah kewajiban ibadah. (HR. Ath Thabrani dan Baihaqi).

Etika Bisnis

Dalam kegitan bisnis juga tidak terlepas dengan etika (perilaku) bisnis. Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Perilaku dalam menjalankan aktivitas bisnis memberikan aturan tingkah laku bisnis yang baik, bermoral, adil dan tidak tergantung pada kedudukan individu.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum (Bertens, 2000). Begitupun yang diungkapkan oleh (Muslich, 2004:9) Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal.

Etika bisnis menjadi ukuran standarisasi dalam ruang lingkup hubungan penggiat atau pelaku bisnis dengan pihak luar. Jadi, dalam etika bisnis tidak hanya mementingkan faktor internal akan tetapi faktor eskternal juga diperhatikan. Hal ini mengingat, tanpa adanya faktor luar yang berinteraksi langsung dengan kegitan bisni yang dibangun maka bisnis tersebut tidaklah berjalan dengan baik, sebab keduanya adalah saling membutuhkan satu sama lain dan bagi pihak menejemen perlu menyeimbangkan dari kedua faktor tersebut untuk kestabilan jalannya bisnis.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang handal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen (Muslich, 1998).

Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988) yang berjudul Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, terdapat tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika kita, yaitu :

  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Prinsip-prinsip Etika bisnis

Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang bertujuan memberikan acuan cara yang harus ditempuh oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya. Menurut Sonny Keraf (1998), terdapat lima prinsip yang dijadikan titik tolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis, yaitu (Agoes & Ardana, 2009:127-128):

  1. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan kepada pihak lain.

  1. Prinsip Kejujuran

Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan. Prinsip ini juga menyiratkan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah disepakati.

  1. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil, yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya.

  1. Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsip win-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar semua pihak merasa diuntungkan.

  1. Prinsip Integritas Moral

Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.

Manfaat Etika Bisnis 

Perilaku Etis penting diperlukan untuk sukses jangka panjang dalam sebuah bisnis. Oleh karena itu, bisnis seringkali menetapkan pilihan strategis berdasarkan nilai dimana pilihan tersebut didasarkan atas keuntungan dan kelangsungan hidup perusahaan. Manfaat etika bisnis dalam kelangsungan perusahaan adalah sebagai berikut (Muslich, 2004:60-61):

  1. Tugas utama etika bisnis dipusatkan pada upaya mencari cara untuk menyelaraskan kepentingan strategis suatu bisnis dengan tuntunan moralitas.
  2. Etika bisnis bertugas melakukan perubahan kesadaran masyarakat tentang bisnis dengan memberikan suatu pemahaman yaitu bisnis tidak dapat dipisahkan dari etika.

Dewasa ini kalangan bisnis sudah memiliki kesadaran akan pentingnya Etika Bisnis dalam operasi bisnis. Bahkan dalam perkembangannya Etika Bisnis tidak lagi menjadi beban yang terpaksa harus dilaksanakan perusahan melainkan sudah menjadi salah satu strategy pengembangan perusahaan. Karena Tujuan perusahaan dapat didefinisikan sebagai upaya untuk
“memaksimumkan kesejahteraan si pemilik dalam rentang waktu jangka panjang melalui aktivitas penjualan barang dan/atau jasa. Contoh nyata akan manfaat etika bisnis sebagai strategy pengembangan perusahaan misalnya Company Social Responsibility dianggap dapat memberikan keuntungan pada perusahaan dalam bentuk profitabilitas, kinerja financial yang lebih kokoh, menurunkan resiko bentrok dengan lingkungan sekitar, meningkatkan reputasi perusahaan, dll.Etika bisnis bagi perusahaan ini,menyangkut kebijakan etis perusahaan berhubungan dengan kesulitan yang bisa timbul (mungkin pernahtimbul dimasa lalu), seperti konflik kepentingan, hubungan dengan pesaing dan pemasok, menerima hadiah,sumbangan dan sebagainya. Latar belakang pembuatan etika bisnis adalah sebagai cara ampuh untuk melembagakan etika dalam struktur dan kegiatan perusahaan. Bila Perusahaan memiliki etika sendiri,mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memilikinya.
Manfaat Etika Bisnis bagi Perusahaan :
1.         Dapat meningkatkan kredibilitas suatu perusahaan, karena etika telah dijadikan sebagai corporate culture. Hal ini terutama penting bagi perusahaan besar yang karyawannya tidak semuanya saling mengenal satu sama lainnya. Dengan adanya etika bisnis, secara intern semua karyawan terikat dengan standard etis yang sama, sehingga akan mefigambil kebijakan/keputusan yang sama terhadap kasus sejenis yang timbul.

2.         Dapat membantu menghilangkan grey area (kawasan kelabu) dibidang etika. (penerimaan komisi, penggunaan tenaga kerja anak, kewajiban perusahaan dalam melindungi lingkungan hidup).

3.         Menjelaskan bagaimana perusahaan menilai tanggung jawab sosialnya.

4. Menyediakan bagi perusahaan dan dunia bisnis pada umumnya, kemungkinan untuk mengatur diri sendiri (self regulation).

5. Bagi perusahaan yang telah go publik dapat memperoleh manfaat berupa meningkatnya kepercayaan para investor. Selain itu karena adanya kenaikan harga saham, maka dapat menarik minat para investor untuk membeli saham perusahaan tersebut.

6. Dapat meningkatkan daya saing (competitive advantage) perusahaan.

7. Membangun corporate image / citra positif , serta dalam jangka panjang dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan (sustainable company).
Etika bisnis perusahhan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki dsaya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai yang tinggi,diperlukan suatu landasan yang kokoh.

literature:

http://www.islamcendekia.com/2014/12/pengertian-bisnis-dalam-ajaran-syariah-islam-dan-umum.html

https://rezaabiyasa.wordpress.com/2011/10/12/manfaat-etika-bisnis-bagi-perusahaan/

http://www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-prinsip-dan-manfaat-etika-bisnis.html

Bertens K. 2000. Pengantar Etika Bisnis, Edisi Keenam. Yogyakarta: Kanisius.

Muslich, Mohammad. 2004. Manajemen Keuangan Modern, Analisis Perencanaan dan Kebijakan. Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.

Sumarni, Murti, dkk. 1998. Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.

Agoes, Cenik & Ardana. 2009. Etika Bisnis dan Profesi. Jakarta: Salemba Empat.

 

MENEJEMEN KESUBURAN TANAH

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Kesuburan tanah adalah mutu tanah untuk bercocok tanam yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia dan biologi tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Kesuburan habitat akar dapat bersifat hakiki dari bagian tubuh tanah yang bersangkutan, dan/atau di imbas oleh keadaan bagian lain dari tanah dan/atau diciptakan pengaruh dari keadaan lain lahan seperti lahan, iklim dan musim. Kesuburan tanah merupakan mutu suatu tanah atau lahan melainkan bukan sifat tanah maka kesuburan tanah tidak dapat diukur atau diamati melainkan hanya dapat ditaksir. Penaksiran kesuburan tanah dapat dilakukan atas dasar  sifat-sifat dan kelakuan fisik, kimia dan biologi tanah tersebut. Dilihat sifat-sifat dan kelakuan fisik, kimia dan biologi tanah penaksiran kesuburan tanah dapat dilakukan secara kangsung dengan cara melihat keadaan tanaman yang berada diareal  tersebut.

Kedua cara penaksiran diatas cara penaksiran pertama lebih efektif digunakan dalam menaksir kesuburan tanah, karena dengan cara penaksiran pertama dapat diketahui faktor-faktor yang dapat menentukan kesuburan tanah. Penaksiran dilakukan dengan cara kedua maka kita hanya dapat mengetahui bahwa tanah tersebut memiliki kesuburan tanah yang baik atau tidak, tanpa bisa mengetahui faktor-faktor yang menentukan kesuburan dari tanah tersebut.

Kesuburan tanah itu sendiri terbagi menjadi dua yaitu kesuburan tanah aktual dan juga kesuburan tanah potensial. Kesuburan tanah aktual adalah kesuburan tanah yang hakiki. Kesuburan tanah potensial adalah kesuburan tanah maksimum yang dapat dicapai  dengan intervensi teknologi yang mengoptimalkan semua faktor. Intervensi teknologi yan gdapat mengoptimalkan semua faktor tersebut diantaranya: (1) terdapat keseimbangan antara tambahan hasil panen atau nilai tambah ekonomi dari komoditi sesuai yang diharapkan dengan tambahan biaya yang harus dikeluarkan, (2) kemampuan masyarakat untuk membiayai intervensi tersebut, (3) keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknik intervensi tersebut secara berkesinambungan. Ketiga faktor intervensi tersebut tidak dapat diterapkan apabila salah satu dari ketiganya tidak dimiliki oleh petani sendiri, karena ketiga faktor intervensi tersebut saling mempengaruhi. Kemampuan itu sendiri dipengaruhin oleh dua faktor yaitu petani itu sendiri termasuk koperasinya dan juga pemerintah dengan subsidi atau kreditnya. Keterampilan teknik melaksanakan intervensinya dipengaruhi oleh keterampilan petani dan bantuan pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana teknik yang meliputi jalan, bendungan, saluran irigasi, drainase dan juga bimbingan teknologi. Semua faktor diatas dapat dilaksanakan dengan baik maka sifat dan kelakuan tanah menjadi penentu tanggapan tanah terhadap intervensi teknologi yang diberikan. Tingkat dan juga macam intervensi yang diberikan ditentukan oleh jenis tanah dan keadaan lingkungan yang mempengaruhi sifat tanah tersebut. Setiap wilayah memilik kriteria yang berbeda- beda dalam pemberian intervensi teknologinya.

Tanah yang kekurangan suatu unsur hara akan menampakkan gejala (performance) secara visual. Tiap hara umumnya menunjukkan gejala tertentu yang bersifat spesifik. Dilihat gejala yang tampak pada tanaman, maka dapat diperkirakan adanya kekurangan hara tertentu dalam tanah. Untuk mendukung hasil pada pengamatan visual maka perlu dilakukan analisis untuk tanah yang diambil secara acak dan analisis tanaman. Untuk mengamati gejala kekahatan hara secara visual ini maka dilakukan praktikum kesuburan. Agar dapat mengetahui dan mengamati keadaan sekitar dengan cepat dan tepat, dapat mengamati gejala-gejala yang ditunjukkan oleh tanaman yang tumbuh di daerah tersebut.

Tanah adalah lapisan paling luar kulit bumi yang biasanya bersifat tidak padu mempunyai tebal dari selaput tipis sampai lebih dari 3 meter, yang berbeda dibawahnya dalam hal warna, sifat fisik, susunan kimia, mungkin juga proses kimia yang sedang berlansung, sifat biologi, reksi dan morfologi. Tanah mempunyai ciri khas dan sifat yang berbeda-beda antara tanah disuatu tempat dengan tempat yang lain. Sifat–sifat tanah itu meliputi sifat fisika dan sifat kimia yaitu kadar lengas tanah, tekstur tanah, struktur tanah, konsistensi tanah, kemantapan agregat, pH meter, bahan organik tanah, pertukaran kation, kejenuhan basa, serta H+ dan Al+ dapat ditukar.

Mahasiswa perlu mengetahui secara benar mengenai hal–hal seperti yang telah disebutkan di atas yang mempengaruhi sifat–sifat kimia maupun fisika tanah dan keadaaan tanah serta perkembangan tanaman.

 Masing–masing sifat yang berbeda–beda antara tanah satu dengan tanah yang lainnya sehingga cara penanganan dan pelaksanaan dari tanah tersebut dalam hal penggarapannya berbeda pula. Praktikum ini diharapkan kita dapat mengerti jenis tanah. kandungan hara dalam tanaman serta gejala gejala yang terjadi pada tanaman sehingga dalam hal penggarapannya diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal.

1.2.Tujuan

Praktikum Kesuburan Tanah ini bertujuan :

  1. Mahasiswa bisa melakukan pengamatan beberapa sifat tanah.
  2. Mahasiswa mampu melihat pengaruh dari tindakan pemupukan atau pengolahan terhadap pertumbuhan atau hasil tanaman.

1.3. Hipotesis

Dalam penelitian ini hipotesis yang dapat saya ambil sebagai acuan saya yakni diduga ada pengaruh keadaan tanah terhadap pertumbuhan tanaman yang kurang baik.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kesuburan Tanah

Kesuburan tanah adalah Suatu keadaan tanah dimana tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia dan biologi tanah (Syarif Effendi, 1995).

Kesuburan tanah adalah kondisi suatu tanah yg mampu menyediakan unsur hara essensial untuk tanaman tanpa efek racun dari hara yang ada (Foth and Ellis ; 1997). Menurut Brady, kesuburan tanah adalah kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara essensial dalam jumlah dan proporsi yang seimbang untuk pertumbuhan.

Tanah yang subur adalah tanah yang mempunyai profil yang dalam (kedalaman yang sangat dalam) melebihi 150 cm, strukturnya gembur remah, pH 6-6,5, mempunyai aktivitas jasad renik yang tinggi (maksimum). Kandungan unsur haranya yang tersedia bagi tanaman adalah cukup dan tidak terdapat pembatas-pembatas tanah untuk pertumbuhan tanaman (Sutejo.M.M, 2002)

Tanah memiliki kesuburan yang berbeda-beda tergantung sejumlah faktor pembentuk tanah yang merajai di lokasi tersebut, yaitu: bahan induk, iklim, relief, organisme, atau waktu. Tanah merupakan fokus utama dalam pembahasan ilmu kesuburan tanah, sedangkan kinerja tanaman merupakan indikator utama mutu kesuburan tanah.

Kesuburan tanah merupakan mutu tanah untuk bercocok tanam, yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat fisika, kimia dan biologi bagian tubuh tanah yang menjadi habitat akar-akar aktif tanaman. Ada akar yang berfungsi menyerap air dan larutan hara, dan ada yang berfungsi sebagai penjangkar tanaman. Kesuburan habitat akar dapat bersifat hakiki dari bagian tubuh tanah yang bersangkutan, dan/atau diimbas (induced) oleh keadaan bagian lain tubuh tanah dan/atau diciptakan oleh pengaruh anasir lain dari lahan, yaitu bentuk muka lahan, iklim dan musim. Karena bukan sifat melainkan mutu maka kesuburan tanah tidak dapat diukur atau diamati, akan tetapi hanya dapat ditaksir (assessed).

Penaksirannya dapat didasarkan atas sifat-sifat dan kelakuan fisik, kimia dan biologi tanah yang terukur, yang terkorlasikan dengan keragaan (performance) tanaman menurut pengalaman atau hasil penelitian sebelumnya. Kesuburan tanah dapat juga ditaksir secara langsung berdasarkan keadaan tanaman yang teramati (bioessay). Hanya dengan cara penaksiran yang pertama dapat diketahui sebab-sebab yang menentukan kesuburan tanah. Dengan cara penaksiran kedua hanya dapat diungkapkan tanaggapan tanaman terhadap keadaan tanah yang dihadapinya.

Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah menghasilkan bahan tanaman yang dipanen. Maka disebut pula daya menghasilkan bahan panen atau produktivitas. Ungkapan akhir kesuburan tanah ialah hasil panen, yang diukur dengan bobot bahan kering yang dipungut per satuan luas (biasanya hektar) dan per satuan waktu. Dengan menggunakan tahun sebagai satuan waktu untuk perhitungan hasilpanen, dapat dicakup akibat variasi keadaan habitat akar tanaman karena musim (Schroeder, 1984).

Hasil panen besar dengan variasi musiman kecil menandakan kesuburan tanah tinggi, karena ini berarti tanah dapat ditanami sepanjang tahun dan setiap kali menghasilkan hasilpanen besar. Hasil panen besar akan tetapi hanya sekali setahun pada musim baik, menandakan kesuburan tanah tidak tinggi, karena pada musim yang lain tanah tidak dapat ditanami. Hal ini antara lain karena kekahatan (deficiency) lengas tanah, atau sebaliknya karena mengalami tumpat air (waterlogged), kadar garam larut air meningkat liwat batas, tanah menjadi sulit diolah untuk memperoleh struktur yang baik (luar biasa liat atau keras sekali) dan sebagainya.

Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika, kimia dan biologi tanah sebagai berikut :

  1. Kesuburan Fisika

 Sifat fisik tanah yang terpenting adalah solum, tekstur, struktur, kadar air tanah, drainase dan porisitas tanah.

Pengaruh struktur dan tekstur tanah terhadap pertumbuhan tanaman terjadi secara langsugung. Struktur tanah yang remah (ringan) pada umumnya menghasilkan laju pertumbuhan tanaman pakan dan produksi persatuan waktu yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur tanah yang padat.

Jumlah dan panjang akar pada tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah remah umumnya lebih banyak dibandingkan dengan akar tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah berstruktur berat. Hal ini disebabkan perkembangan akar pada tanah berstruktur ringan/remah lebih cepat per satuan waktu dibandingkan akar tanaman pada tanah kompak, sebagai akibat mudahnya intersepsi akar pada setiap pori-pori tanah yang memang tersedia banyak pada tanah remah.

Selain itu akar memiliki kesempatan untuk bernafas secara maksimal pada tanah yang berpori, dibandiangkan pada tanah yang padat. Sebaliknya bagi tanaman makanan ternak yang tumbuh pada tanah yang bertekstur halus seperti tanah berlempung tinggi, sulit mengembangkan akarnya karena sulit bagi akar untuk menyebar akibat rendahnya pori-pori tanah. Akar tanaman akan mengalami kesulitan untuk menembus struktur tanah yang padat, sehingga perakaran tidak berkembang dengan baik. Aktifitas akar tanaman dan organisme tanah merupakan salah satu faktor utama pembentuk agregat tanah (Anonim, 2010)

Tekstur tanah ditentukan di lapangan dengan cara melihat gejala konsistensi dan rasa perabaan menurut bagan alir dan di laboratorium dengan menguunakan metode-metode. Metode tersebut adalah metode pipet atau metode hidrometer (Elisa, 2002).

Warna adalah petunjuk untuk beberapa sifat tanah. Biasanya perbedaan warna permukaan tanah disebabkan oleh perbedaan kandungan bahan organik. Semakin gelap warna tanah semakin tinggi kandungan bahan organiknya. Warna tanah dilapisan bawah yang kandungan bahan organiknya rendah lebih banyak dipengaruhi oleh jumlah kandungan dan bentuk senyawa besi (Fe). Di daerah yang mempunyai sistem drainase (serapan air) buruk, warnah tanahnya abu-abu karena ion besi yang terdapat di dalam tanah berbentuk Fe2+.

Komponen mineral dalam tanah terdiri dari campuran partikel-partikel yang secara individu berbeda ukurannya. Menurut ukuran partikelnya, komponen mineral dalam tanah dapat dibedakan menjadi tiga yaitu; Pasir, berukuran 50 mikron – 2 mm; Debu, berukuran 2 – 50 mikron dan Liat, berukuran dibawah 2 mikron. Tanah bertekstur pasir sangat mudah diolah, tanah jenis ini memiliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan airnya sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering.

Tekstur tanah sangat berpengaruh pada proses pemupukan, terutama jika pupuk diberikan lewat tanah. Pemupukan pada tanah bertekstur pasir tentunya berbeda dengan tanah bertekstur lempung atau liat. Tanah bertekstur pasir memerlukan pupuk lebih besar karena unsur hara yang tersedia pada tanah berpasir lebih rendah. Disamping itu aplikasi pemupukannya juga berbeda karena pada tanah berpasir pupuk tidak bisa diberikan sekaligus karena akan segera hilang terbawa air atau menguap.

  1. Kesuburan Kimia

Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah.

Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah, reaksi tanah (pH), kapasitas tukar kation tanah (KTK), kejenuhan basa (KB), dan kemasaman.

Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen), pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah.

 Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.

Kemasaman tanah merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah-wilayah bercurah hujan tinggi yang menyebabkan tercucinya basa-basa dari kompleks jerapan dan hilang melalui air drainase. Pada keadaan basa-basa habis tercuci, tinggallah kation Al dan H sebagai kation dominant yang menyebaabkan tanah bereaksi masam (Coleman dan Thomas, 1970).

Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium.

Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.

pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumunium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe, Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman.

pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5 – 7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik.

Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.

Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6.5-7. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda.

  1. Kesuburan Biologi

Sifat biologi tanah meliputi bahan organik tanah, flora dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting seperti bakteri, fungi dan Algae), interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah.

  1. Unsur Hara Tanah
  2. Unsur Hara Sekunder

1)   Kalsium

Kalsium adalah molekul bermuatan dominan positif pada hampir semua tanah kecuali tanah-tanah yang pH-nya sangat rendah. Pada tanah dengan pH diatas 4,8 kalsium biasanya ada dalam jumlah cukup untuk pertumbuhan tanaman.

 Pada tanah asam kalsium cenderung tercuci dan kalsium asli biasanya rendah. Dalam keadaan seperti ini tanah harus dikoreksi dengan cara menambahnya dengan kapur.

2)   Magnesium

Magnesium adalah molekul bermuatan positif seperti Ca yang mengalami defisiensi pada pH rendah. Di bawah kondisi asam Mg sangat larut dan dapat hilang karena tercuci. Bila tanah asam dikapur dengan material yang mengandung sedikit Mg dapat mengakibatkan defisiensi pada unsur ini. Bila pengapuran pada tanah yang sangat asam yang pH-nya di bawah 5,2 maka penggunaan kapur yang mengandung Mg sangat tepat.

Magnesium dan kalium sangat bersaing untuk diserap tanaman. Tanaman yang tumbuh dalam tanah yang sangat tinggi kadar K-nya mungkin merangsang defisiensi Mg bila Mg tanah rendah.

3)   Sulfur

Sulfur diambil oleh tanaman sebagai  molekul sulfat bermuatan negatif (SO42-). Berhubung ini adalah molekul bermuatan negatif atau anion, sulfat mungkin mudah tercuci dari tanah. Sebagian besar S namun demikian tidak tersedia dalam bentuk anion tetapi terikat kuat dalam bentuk bahan organik. Ketersediaan sulfur dikendalikan secara luas dalam jumlah dan laju dekomposisi bahan organik. Dalam kebanyakan tanah persediaan S yang cukup bagi pertumbuhan tanaman disuplai melalui proses dekomposisi dan hujan yang jatuh. Di tanah dengan suplai sulfur sedikit, defisiensi S mungkin bisa terjadi. Tanaman-tanaman sayuran biasanya memerlukan S dalam jumlah besar. Unsur S yang digunakan sebagai agen keasaman tanah sering sebagai sumber pupuk.

  1. Unsur Hara Mikro

Beberapa unsur hara mikro seperti Mn, Zn, Fe, dan Cu mempunyai kesamaan. Karena pH meningkat, kelarutan unsur mikro menurun. Oleh karena itu defisiensi unsur-unsur ini umum terjadi pada pH tinggi. Bahkan ketika tumbuhan memperlihatkan defisiensi unsur-unsur ini mereka biasanya ada dalam tanah dalam jumlah yang cukup. Namun demikian mereka tidak tersedia bagi pertumbuhan karena kondisi yang tidak cocok, umumnya pH tinggi. Penambahan pupuk mungkin tidak mengoreksi defisiensi, karena penambahan unsur hara akan dengan cepat menjadi tidak tersedia karena kondisi tanah.

 Ada dua cara untuk memecahkan masalah tersebut. Pertama adalah dengan pengasaman apabila terlalu alkalin. Cara yang lain adalah dengan menambah unsur hara dalam bentuk chelated, yaitu suatu bentuk unsur hara yang dilengkapi bahan yang meningkatkan kelarutan unsur hara dengan mengurangi derajat fiksasi oleh tanah mineral dan bahan organik. Di samping itu semua unsur mikro dapat diberikan lewat daun. Cara ini efektif untuk memenuhi kebutuhan hara mikro tanaman. Tetapi tidak menyelesaikan masalah tanahnya.

Unsur hara mikro Mn kelarutannya tergantung pada kandungan air tanah. Di bawah kondisi air tergenang Mn menjadi sangat terlarut dan dapat bersifat racun. Biasanya ini terjadi pada pH di bawah 5. Zn keberadaannya dalam tanah dipengaruhi oleh keasaman tanah.

 Defisiensi Zn biasanya terjadi pada pH moderate hingga tinggi dan lebih jelas bila kadar P tinggi. Defisiensi Zn terjadi pada pH 6-7 terutama bila pemupukan P berlebihan dan pada pemupukan bahan organik yang cukup intensif. Besi menjadi berkurang bagi tanaman bila pH-nya tinggi, sebagian besar Fe tidak larut dan tidak tersedia bagi tanaman. Untuk mengurangi pH dapat dengan menambah unsur S atau agen penambah asam yang lain.

Kelarutan Copper (Cu) menurun bila pH meningkat. Oleh karena itu defisiensi Cu bisa terjadi pada kadar pH diatas 7,5. Sebaliknya, Mn, Zn, Fe dan Cu terikat kuat pada bahan organik. Karena kandungan bahan organik meningkat ketersediaan Cu menurun. Dalam tanah yang jumlah bahan organiknya tinggi, Cu bisa menjadi defisien bila pH tanah di bawah 5.

Tumbuhan tinggi menghendaki Mo dalam jumlah sangat kecil. Unsur ini dalam tanah bila pH tinggi dan menjadi defisien pada tanah berpasir asam. Defisiensi unsur ini sangat berbeda dibanding unsur hara mikro yang lain. Secara umum unsur Mo tanah adalah anion yang dapat dengan mudah tercuci dara tanah pasir. Mo sangat larut kadang-kadang terjadi pada tanah dengan pH moderat dan tekstur tanah halus, karena dalam batuan induknya kandungan Mo sangat rendah. Mo sangat esensial bagi fiksasi N oleh tanaman legumenosae dan tanaman ini sangat sensitif pada defisiensi Mo.

Boron (Bo) ada dalam tanah sebagai molekul tak bermuatan yang terikat secara lemah pada berbagai bahan organik dan mineral dan mudah tercuci di tanah berpasir.  Ketersediaan Bo dipengaruhi oleh pH tanah. Bila pH di atas 6,5 Bo tidak tersedia bagi tanaman.

Tanah pertanian jarang mengalami defisiensi Chlor (Cl). Kenyataanynya Cl sering menjadi masalah bila jumlahnya berlebihan. Terutama pada tanah alkalin dibanding pada tanah yang mengalami defisiensi. Fungsi Cl belum banyak diketahui, tetapi diduga berperan dalam kekeringan dan kebasahan tanaman. Defisiensi Cl bisa menyebabkan kepekaan tanaman terhadap penyakit.

  1. Siklus Unsur Hara Tanah

Unsur hara tidak dalam keadaan terkunci dalam satu bentuk  simpanan saja, proses-proses alami secara periodik mengubahnya dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Ini adalah proses transformasi biogeokimia berkesinambungan yang kita kenal dengan siklus unsur hara tanah. Unsur hara dalam tanah dapat dibedakan atau dikenali berdasarkan batuan asli dan mineral, larut atau diabsorbsi berupa ion-ion. Bentuk bimassa terdapat dalam jaringan makhluk hidup tumbuhan atau organisme tanah dan bentuk organik dalam jaringan mati yang berada dalam berbagai tahap pelapukan termasuk humsu tanah.

Akar tanaman dan organisme tanah mengekstrak unsur hara sebagai ion-ion organik sederhana yang dibebaskan melalui pelapukan batuan dan mineral dan bahan oeganik tanah. Tumbuhan pada khususnya hanya dapat mengambil unsur hara dalam bentuk ion-ion anorganik sederhana.

Ketika organisme mati jaringannya ditambahkan dalam bentuk bahan organik tanah dan beberapa diantaranya dibebaskan secara tiba-tiba oleh adanya sel yang rusak. Seluruh material itu segera memulai pelapukan. Sebagian bentuk yang tahan membentuk humus tanah yang melapuknya sangat lambat.

  1. Faktor yang Mempengaruhi Unsur Hara Tanah
  2. Tekstur Tanah

Tekstur tanah ditentukan oleh jumlah relatif oleh berbagai ukuran partikel yang menyusun tanah. Partikel tanah dibagi dalam tiga kategori yaitu partikel yang paling halus kemudian debu dan pasir. Proporsi pasir, debu dan liat menentukan tekstur. Tekstur tanah mempunyai efek terhadap sifat fisik dan kimia tanah. Secara umum partikel halus memiliki luas permukaan lebih besar dibanding tekstur kasar. Permukaan partikel tanah adalah aktif secara kimiawi. Tanah dengan tekstur halus memiliki aktivitas kimiawi lebih baik dibanding tanah dengan tekstur kasar, dan dapat mengikat lebih banyak hara serta lebih banyak mengikat nutrien yang menjadikannya tidak tersedia bagi tanaman.

  1. Bahan Organik

Bahan organik merupakan sumber energi bagi makro dan mikro-fauna tanah. Penambahan bahan organik dalam tanah akan menyebabkan aktivitas dan populasi mikrobiologi dalam tanah meningkat, terutama yang berkaitan dengan aktivitas dekomposisi dan mineralisasi bahan organik. Beberapa mikroorganisme yang beperan dalam dekomposisi bahan organik adalah fungi, bakteri dan aktinomisetes. Di samping mikroorganisme tanah, fauna tanah juga berperan dalam dekomposi bahan organik antara lain yang tergolong dalam protozoa, nematoda, Collembola, dan cacing tanah. Fauna tanah ini berperan dalam proses humifikasi dan mineralisasi atau pelepasan hara, bahkan ikut bertanggung jawab terhadap pemeliharaan struktur tanah (Tian, G. 1997). Mikro flora dan fauna tanah ini saling berinteraksi dengan kebutuhannya akan bahan organik, kerena bahan organik menyediakan energi untuk tumbuh dan bahan organik memberikan karbon sebagai sumber energi. Pengaruh positip yang lain dari penambahan bahan organik adalah pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman. Terdapat senyawa yang mempunyai pengaruh terhadap aktivitas biologis yang ditemukan di dalam tanah adalah senyawa perangsang tumbuh (auxin), dan vitamin (Stevenson, 1982). Senyawa-senyawa ini di dalam tanah berasal dari eksudat tanaman, pupuk kandang, kompos, sisa tanaman dan juga berasal dari hasil aktivitas mikrobia dalam tanah. Di samping itu, diindikasikan asam organik dengan berat molekul rendah, terutama bikarbonat (seperti suksinat, ciannamat, fumarat) hasil dekomposisi bahan organik, dalam konsentrasi rendah dapat mempunyai sifat seperti senyawa perangsang tumbuh, sehingga berpengaruh positip terhadap pertumbuhan tanaman.

Sejumlah unsur hara seperti N, P, S, Mo, Cu, Zn, dan B mungkin terkandung dalam bahan organik tanah. Sebagai akibatnya, ketersediaannya tergantung pada proses dekomposisi bahan organik.

  1. pH Tanah

pH tanah menerangkan keasaman dan kebasaan dalam sistem cair. Air terdiri dari muatan molekul atau ion hidrogen (H+ ) dan hidroksida (OH). Dalam air selalu ada ion-ion yang tidak dikombinasi dalam molekul air. Jumlah air murni, jumlah H+ dan OH sama yang memiliki pH 7 (netral). Bila suatu sistem memiliki kelebihan ion H+ dinamakan asam.  Bila kelebihannya ion OH maka sistem tersebut dinamakan alkalin. pH yang ukurannya sederhana dari ion H+ dalam sistem tetapi dipresentasikan sebagai negatif logaritma konsentrasi H+.

Keasaman tanah penting karena menentukan kelarutan mineral tanah dan mempengaruhi berbagai proses mikroorganisme seperti dekomposisi bahan organik dan fiksasi nitrogen. Beberapa mineral tanah mengandung unsur hara, dan hara ini mungkin tersedia bagi pertumbuhan tanaman bila pH-nya dalam range yang sesuai.

2.2.Prinsip Kesuburan Tanah

Prinsip yang harus diperhatikan dalam uji tanah ialah bahwa metode analisa tanah tersebut  (1) harus dapat mengekstraksi bentuk unsur hara yang tersedia saja, secara tepat.  Jadi sifatnya selektif artinya tidak mengekstraksi bentuk yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman, (2) metode analisa yang dipakai dilaboratorium harus sederhana, cepat, mudah dilaksanakan dan memiliki ketepatan dan ketelitian tinggi, (3) hasil analisis harus  dapat direproduksi.   Dengan demikian larutan kimia yang dibuat harus didasarkan pada pengetahuan yang baik tentang bentuk-bentuk kimia  dari unsur hara di dalam tanah dan tentang sifat akar tanaman dan mekaniusme pelarutan bentuk-bentuk kimia oleh akar tanaman.

BAB III

METODOLOGI

3.1.Waktu dan Tempat

Praktikum kesuburan tanah ini dilaksanakan di belakang kampus universitas tribhuwana tunggadewi malang setiap hari Sabtu pukul 06.00 sampai selesai dimulai dari bulan maret 2017.

3.2.Kondisi Umum Wilayah

3.3.Alat dan Bahan

1.Penanaman cabai besar

Alat : Sekop, Gembor/ember, cangkul, sabit, patok, meteran, alat tulis dan log book pratikum dan kamera

Bahan : Benih cabai besar, pupuk kandang kambing, pupuk phondska, pupuk urea, pupuk sp-36 dan herbisida kontak atau (gramoxone)

2.Analisa laboratorium

Bahan : Tanah yang mengandung bahan organik, pot, air aqua, pupuk urea, kertas indikator ph universal dan sampel tanah

Alat : alat tulis, gelas ukur/gelas aqua, gelas, pengaduk, kamera, balon, karet dan kantong plastik.

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.HASIL

4.1.1.HASIL PENGAMATAN

Tabel Pengukuran Kemampuan Tanah Mengikat Air

Hari Sampel Hasil tetesan per bedengan (ml) Waktu Pengamatan Volume air yang digunakanS
1 2
minggu 1 sampel bagian timur 5 0 5 menit 100 ml
tengah 30 10 5 menit 100ml
barat 0 0 5 menit 100ml
 minggu 2 sampel bagian timur 50 48 5 menit 100ml
tengah 58 50 5 menit 100ml
barat 40 48 5 menit 100ml
minggu 3 sampel bagian timur 18 10 5 menit 100ml
tengah 30 0 5 menit 100ml
barat 14 25 5 menit 100ml

Tabel Pengamatan Intesitas dan Kelembapan

Hari Sampel kelembapan tanah Intesitas cahaya
bedeng 1 bedeng 2 bedeng 1 bedeng 2
minggu 1 bagian timur 4 7 2000 2000
tengah 4 4 2000 2000
barat 2 5 2000 2000
minggu 2 bagian timur 04.05 5 2000 2000
tengah 6 5 2000 2000
barat 04.05 5 1500 2000
minggu 3 bagian timur 01.05 02.05 2000 2000
tengah 02.05 4 2000 2000
barat 01.05 2 1000 2000

Tabel Pengamatan dengan menggunakan kertas pH universal

Bedengan Volume air tetesan (ml) dari pot ke keterangan
14 hst 28 hst 42 hst 56 hst
warna pH warna pH warna pH warna pH
1 hijau 7 Hijau 7 kuning 6 hijau 7 Baik
2 hijau 7 Hijau 7 kuning 6 hijau 7 Baik
Jumlah 14 14 12 14
rata rata 7 7 6 7

4.2.Pembahasan

1.Kemampuan Tanah Mengikat Air

Dalam mengukur kemampuan tanah mengikat air hal yang utama dilakukan adalah mengisi tanah yang berada dilahan sebanyak volume pot, kemudian sirang masing-masing pot dengan air sebanyak kurang lebih 100 ml air kemudian mengamat jumlah air yang menetes. Di bwah masing-masing pot menempatkan gelas plastik guna menampung air. Waktu pengamatan tetsan air selama 5 menit kemudian mengukur volume tetesan air dengan gelas ukur dan menghitung rata-rata kecepatan perambatan air pada pot per menit. Hal ini dilakukan tiap minggu guna mengetahui kemampuan tanah mengkita air yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.

  1. Perhitungan pH tanah

Dalam melakukan perhitungann pH hal yang dilakukan yakni denga mengambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah bedeng kita lalu campurkan secara merata, jemur sampe kering. Ini bertujuanagar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari bedeng kita sendiri. Ambil sedikit sampel tanah dan air aqua dengan perbandingan 1: 1, Masukan dalam gelas aqua kemudian di aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata). Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap). Setelah airnya terlihat agak jernih masukan ujung kertas lakmus atau pH indikator kedalam campuran tadi (sekitar 1 menit ) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya. Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnannya. Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagian warna petunjuknya dan hal ini dilakukan tiap minggu guna mengetahui keadaan tanah apakah stabil atau tidak.

3.intesitas cahaya dan kelembapan

Dilakukan guna mengetahui pertumbuhan tanaman dari sinar matahari yang diterima tanaman yang membantu dalam proses pertumbuhan tanaman. Pengamatan di lakukan tiap pagi dalam setiap minggu untuk mengetahui pertumbuhan tanaman beserta gejala – gejalanya  yang terdapat dalam tanaman.

BAB V

KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan

Dari kegiatan pratikum kesuburan tanah ini penulis dapat simpulkan :

  1. Pertumbuhan tanaman dapat di pengaruhi oleh kemampuan tanah mengikat air yang menyebabkan apakah tanah itu subur atau tidak dan memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman atau tidak.
  2. Dari pengamatan yang dilakukan ternyata lahan atau bedeng yang penulis amati memiliki pH tanah yang bagus bagi tanaman dan tingkat kelembapan dan intesitas cahaya yang bagus dalam merangsang pertumbuhan tanamn.

Budidaya Ternak Sapi

Indonesia adalah negara tropis dan negara agraris dengan berbagai macam keindahan alam, flora, dan fauna. Sektor ternak yang beraneka ragam mulai dari ternak unggas, aneka ternak, dan ternak ruminansia.  Indonesia meliki plasma nutfah salah satunya yaitu peranakan sapi ongole atau sapi PO. Keberadaan sapi PO saat ini menjadi menurun karena adanya peralihan peminat dari peternak yang beralih ke simental peranakan ongole  (simpo)  seiring dengan berkembangnya program inseminasi buatan (IB) dengan semen sapi Bos taurus.

Sapi Peranakan Ongole terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja dan menjadi salah satu primadona utama yang paling banyak dicari di pasaran karena mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak serta jantannya memiliki kualitas semen yang baik.

Sapi PO telah ditetapkan sebagai salah satu rumpun sapi lokal Indonesia dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2841/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Sapi Peranakan Ongole. Untuk mendukung usaha pembibitan  Sapi Peranakan Ongole , juga telah dibuat standar bibit  Sapi Peranakan Ongole  dengan nomor SNI 7356:2008. Standar ini ditetapkan sebagai acuan bagi peternak dalam upaya mengembangkan  Sapi Peranakan Ongole  baik kualitas maupun kuantitasnya.

Sapi ongol biasanya berada ditempat yang panas atau bersuhu tinggi namun karena sapi ongol ini  mampu beradaptasi dengan mudah oleh karenya dicoba ditempat yang dingin atau bersuhu rendah. Kota batu Malang adalah tempat yang sekiranya tepat untuk tempat obserfasi sapi ongole ini. selain itu lahan dan tekstur tanahnya cocok untuk lahan pertanian tanaman hijauan pakan ternak. Kota Batu merupakan tempat yang sudah banyak tempat wisatanya sehingga mudah dalam pedistribusiannya.

Dalam rangka mengembangkan dan mepertahankan plasma nutfah Indonesia dengan melakukan integrasi sapi PO dengan wisata edukasi. Wisata edukasi atau wisata pendidikan atau bisa disebut sebagi wisata belajar dengan dilengkapi wahana bermain.

Sapi Ongole

Sapi ongole adalah sapi yang asalnya dari Negeri India dan masih tergolong sapii zebu atau sapi berpunuk. Banyak dibiakkan oleh para peternak pulau Sumba secar alami, dengan demikian sapi ini juga dikenal dengan nama sapi SO atau Sumba Ongole. Kebanyakan orang menyebut sapi ongole dan sapi limosin adalah sapi tipe pekerja yang sangat bagus, mempunyai tenaga yang kuat serta berukuran tubuh yang besar, lebih tahan lama untuk tidak makan dan minum dan kelebihan lain yang dimiliki sapi ongole adalah dapat dibesarkan meskipun dengan tingkat kwalitas pakan yang tidak terlalu baik.

Hasil perkawinan antara sapi ongole dengan jawa adalah sapi PO atau sapi peranakan ongole. Sapi PO terkenal sebagai sapi pedaging dan sapi pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, memiliki tenaga yang kuat dan aktivitas reproduksi induknya cepat kembali normal setelah beranak, jantannya memiliki kualitas semen yang baik. Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik (Anonim, 2012).

Ciri khas sapi ongole dapat dikenali dari warna bulu yang bermacam-macam mulai berwarna putih hingga berwarna putih kelabu bercampur kuning oranye yang keabu-abuan. Pada sapi ongole pejantan pada bagian leher dan bagian punuk sampai bagian kepala memliki warna putih keabu-abuan.

Punuk besar dan  bergelambir adalah ciri khas yang dimiliki sapi ongole. Dengan bentuk telinga yang panjang  menggantung. Profil kepalanya yang relatif pendek dan melengkung, peringai tenang dan matanya besar. Lebar kulit sekitar kelopak mata antara 1 cm, berwarna hitam, tanduk sapi Ogole betina lebih panjang dari sapi jantan, terkadang  hanya memiliki tanduk kecil saja. Sapi jantan dpat mencapai tinggi antara 150 cm dan bobot antara 600 kg, sementara sapi ongole betina mencapai tinggi antara 135 cm dengan bobot 450 kg.

Kelebihan yang dimilik sapi ongole adalah sapi betina dapat kawin mulai umur 18 bulan, dapat melahirkan anak pertama pada umur 30 bulan, pejantan sudah mampu kawin pada umur 30-36 bulan, berbobot badan besar denagan jumlah karkas yang otomatis banyak, dapat bertahan hidup di temperatus hingga 400C serta berkembang dengan pakan kwalitas bagus atau rendah sekalipun.

Pemeliharaan Sapi Ongole

Memelihara Sapi Peranakan Ongole (PO) sebenarnya sama seperti memelihara sapi ternak potong lainnya. dari mulai kandang yang baik. Kandang yang sehat, kering, & bersih. Kandang mendapat penyinaran matahari. Agar kering, tidak lembab. Lembab akan menimbulkan bau, & muncul kuman penyakit. Dibersihkan tiap hari. Sapinya sehat, terhindar dari penyakit.

Sebelum membuat kandang sebaiknya diperhitungkan lebih dulu jumlah sapi yang akan dipelihara. Ukuran kandang untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m. Sedangkan untuk seekor sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk seekor anak sapi cukup 1,5×1 m.

Dalam hal pembibitan, Syarat ternak yang harus diperhatikan adalah: 1.) Mempunyai tanda telinga (ear tag), artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya. 2.) Matanya tampak cerah dan bersih. 3.) Tidak terdapat tanda-tanda sering butuh, terganggu pernafasannya serta dari hidung tidak keluar lendir. 4.) Kukunya tidak terasa panas bila diraba. 5.) Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya. 6.) Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur. 7.) Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu. 8.) Pusarnya bersih dan kering, bila masih lunak dan tidak berbulu menandakan bahwa pedet masih berumur kurang lebih dua hari. 9.) Tubuh dalam, besar, berbentuk persegi empat/bola. 10.) Kualitas dagingnya maksimum dan mudah dipasarkan. 11.) Laju pertumbuhannya relatif cepat.

Pemeliharaan merupakan upaya untuk memfungsikan fungsi anatomis dan fisiologis ternak sapi, dengan serangkaian kegiatan anatara lain; 1.) Menjaga ketercukupan suply nutrisi dari pakan hijauan, konsentrat, dan makanan tambahan.
Ketersedian dan kecukupan pakan dalam pengembangan dan penggemukan sapi merupakan salah satu kunci keberhasilan beternak sapi. Hal ini akan semakin sempurna jika memperhatikan kontinyuitas dan keteraturan, sehingga perlu di buat jadual pemotongan rumput-hijauan dan pemberian pakan. Variasi komposisi pakan akan membantu meningkakan palabilitas/cita rasa sapi terhadap pakan sehingga dapat meningkatkan nafsu makan sapi. 2,) Menjaga kebersihan sapi (memandikan) secara teratur.Menjaga Kebersihan sapi dari kotoran, sangat effektif menjaga dan mencegah dari munculya penyakit, seperti scabies, cescado karena cacing, Besnositas karena protozoa, dan miasis. Karena kotoran sapi dapat menjadi predispososi, ataupun tumbuhnya vektor penyakit yang tumbuh dan berkembang di permukaan kulit maupun di dalam kulit. Memandikan meuat bulu menjadi bersih, mengkilat, mengurangi lalat dan berbagai macam parasit. 3.) Memandikan sapi minimal satu hari sekali pada pagi hari (jam 08.00), setelah itu di jemur di bawah sinar matahari sampai jam 11.00 sing. Tujuannya adalah untuk menghangatkan badan sapi agar segar, membunuh bakteri, parasit maupun protozoa di kulit/bawah kulit, melancarkan peredaran darah, membantu metabolisme dalam tubuh sapi. 4.) Menjaga kebersihan kandang dan lingkungan. Lingkungan kandang yang bersih dari aneka limbah peternakan (kotoran sapi, urin, sisa pakan, obat-obatan akan sangat mendukung kesehatan sapi. Kandang harus di bersihkan dua kali sehari (Pagi dan Siang hari). Agar proses kebersihan kandang dan lingkungannya mudah di bersihan maka konstruksinya harus benar. Hal-hal yang harus di perhatikan: Ventilasi dan ketercukupan sirkualsi udara, ketersedian air bersih, aliran air limbah, genangan air dalam kandang, arah sinar matahari. 5.) Memberikan pencegahan penyakait dan terapi kesehatan saat sapi sakit.
Peternak harus jeli melihat perkembangan dan keadaan sapi setiap saat. Perubahan tingkah-laku sapi bisa di karenakan perubahan hormonal, perubahan lingkungan, dan sakit. Perubahan harmonal biasanya pada saat sapi birahi.

Perubahan tingkahlaku karena sakit di sebabkan tidak berfungsinya fungsi anatomis organ sapi baik sebagian maupun seluruhnya. Hewan sakit bisa dikarenakan oleh: 1. Faktor internal; agen biologis (bakteri, virus, protozoa, parasit), hormonal, gangguan metabolisme sel. 2. Faktor eksternal; makanan, fisik (benturan, tekanan tinggi, sinar, arus listrik), dan kimia. 3. Recording, mencatat setiap kejadian dan perkembangan pemeliharaan dari masing-masing sapi.

Untuk memudahkan manajemen pemeliharaan dan mengetahui perkembangan ternaksapi potong, perlu dilakukan pemberian tanda pengenal pada pedet maupun sapi dewasa dengan tujuan untuk mempermudah tata laksana lebih lanjut, seperti membedakan antara sapi satu dengan yang lain ataupun antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, sehingga dapat mempermudah seleksi.

Hijauan Pakan Ternak

Yang dimaksud dengan HPT atau hijauan makanan ternak adalah hijauan atau rumpu-rumputan yang memiliki angka kecukupan gizi yang tepat untuk ternak ruminansia, tidak semua rumput dapat dikategorikan hijauan makanan ternak. Untuk itu peternak perlu menanam sendiri rumput-rumput unggul yang dikategorikan sebagai HPT. Beberapa jenis HPT ada berasal dari Indonesia dan banyak juga didatangkan dari luar negeri dan dikembangakan di Indonesia.

Pakan adalah sumber gizi bagi ternak dan pakan ini merupakan kebutuhan primer satu-satunya pada ternak berbeda dengan manusia yang memiliki tiga kebutuhan primer, Pakan berguna untuk pertumbuhan serta produksi. Pakan dikategorikan HPT adalah rumput atau hijkauna yang memiliki nilai kandungan gizi yang cukup sesuao kebutuhan ternak khususnya ruminansia. Secara garis besar pakan ternak ruminansia bisa dibedakan menjadi dua yankni pakan serat dan pakan penguat, pakan serat ini diataranya dalah rumput (HPT) dan penguat adalah konsetrat. HMT sebaiknya dipotong pada usia yang tepat, sebab jika terlalu tua maka kualitasnya akan semakin buruk.

Beberapa rumput unggul yang dapat diguanakan untuk hijauan makanan ternak ruminansia : 1.) Rumput Benggala atau bahasa latinnya Panicum maximum, ciri-cri rumput ini diantaranya; Tingginya dapat mencapi 2 meter, berbulu dan disukai oleh ternak. 2.) Rumput Gajah atau bahasa latinnya Pennisetum purpureum, dengan ciri-ciri yang hampir sama seperti rumput benggala hanya saja daun rumput gajah lebih lebar serta bulu yang lebih sedikit. 3.) Setaria rumput ini lebih pendek dari kedua rumput diatas, kelebihan dari rumput ini mudah dikembang biakkan didaerah kering sekalipun dan sangat disukai oleh ternak. 4.) Rumput raja atau sering juga disebut dengan King Grass, rumput ini mirip dengan rumput gajah hanya saja rumput raja ini memiliki bulu yang lebih sedikit daripada rumput gajah dan tidak berbunga.

Waktu tanam HMT dengan waktu masuk bakalan ternak harus disesuaikan, sebaiknya rumput ditanam sebelum bakalan dibeli (sapi, kerbau atau kambing). Bibit rumput (gajah, benggala, raja dan setaria) mudah didapat, banyak masyarakat menanam untuk pakan ternak mereka. Sebaiknya peternak memanfaatkan semua lahan kosong untuk dijadikan sebagai tempat menanamHMT, diantaranya seperti; halaman atau pekarangan rumah, pematang sawah, pagar ladang atau pinggir jalaan menuju ladang.

Reproduksi Ternak Sapi

Program pengembangan sapi sangat erat hubungannnya dengan sistem reproduktif sapi. Ada pendapat sapi jantan yang di kebiri akan tumbuh lebih cepat. Sapi jantan yang mempunyai genotif yang unggul, postur tubuh yang baik, sehat dan layak menjadi pejantan dapat menjadi pembibit atau sapi pejantan. Sapi yang mempunyai potensi pejantan pemacek atau bank sperma mempunyai harga yang sangat tinggi. Proses pembibitan dapat dilakukan secara mandiri atau dengan bantuan pengawas kesehatan ternak. Menurut Balkely and Bade (1994) perbaikan produksi melalui peningkatan mutu bibit dilakukan usaha penyilangan sapi lokal dengan sapi unggul dari luar. Teknik Inseminasi Buatan (IB), menjadi salah satu alternative dan lebih effisien.
Teknik IB membutuhkan skills dan pengalaman yang panjang.

Bagi peternak, kecermatan terhadap tanda-tanda sapi birahi sangat penting untuk pengembangan sapi dengan teknik IB, karena masa subur sapi hanya berlangsung salama 18 jam. Tanda-tanda sapi Birahi antara lain: 3A, 2 B, 2 C, keluar ler-leran. Tingkat keberhasilan pada jam ke 8 sampai ke 12 cenderung lebih tinggi di banding di luar jam tersebut. Umur atau waktu dimana organ-organ reproduksi mulai berfungsi dan perkembangbiakan dapat terjadi disebut dengan pubertas (dewasa kelamin).

Dewasa kelamin dipengaruhi oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan terutama iklim dan makanan. Pubertas pada hewan betina dicerminkan oleh terjadinya estrus dan ovulasi, pada hewan jantan ditandai oleh kesanggupannya untuk berkopulasi dan menghasilkan sperma. Hal yang sangat penting dalam memilih sapi pejantan adalah testis kanan dan kiri lengkap (Jawa: tidak sanglir), karena produksi spermanya cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan yang lengkap testisnya. Pada program penggemukan sapi, ada pendapat bahwa untuk mendapatkan pertumbuhan sapi jantan yang optimal maka dapatdilakukan kastrasi.

TEORI AKUNTANSI

sumber gambar: https://www.google.co.id/

Definisi Akuntansi

Akuntansi beroperasi dalam lingkungan sosio-ekonomi yang luas, sehingga pengetahuan yang dibutuhkan akuntan tidak dapat dikompartasikan dengan ketat. Oleh karena itu, sulit untuk mendiskusikan satu bidang tanpa berhubungan dengan bidang pengetahuan lainnya. Kami menempatkan penekanan besar pada pengetahuan konseptual. Akuntan seharusnya tidak hanya tahu tapi dia harus mengerti.

Dari uraian di atas jelas bahwa untuk mendefinisikan akuntansi seperti itu, agak sulit. Banyak akuntan telah mendefinisikan Accounting dalam banyak bahasa. Namun, kita bisa mempertimbangkan definisi berikut ini:

  1. H.Chakravorty: “Akuntansi adalah ilmu pencatatan, penggolongan dan penjumlahan transaksi sehingga hubungan dengan orang luar tepat ditentukan dan hasil operasi selama periode tertentu dapat dihitung, dan posisi keuangan sebagai akhir periode mungkin ditunjukkan.
  2. A.I.C.P.A .: “Akuntansi dapat didefinisikan sebagai seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan secara signifikan dan dalam hal uang, transaksi dan kejadian, yang sebagian, setidaknya bersifat keuangan, dan menafsirkan hasilnya”.
  3. Taylor and Shearing: “Akuntansi dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu pencatatan transaksi bisnis secara metodologis sehingga dapat menunjukkan: (a) keadaan sebenarnya dari bisnis pada periode waktu tertentu dan, (b ) kelebihan atau kekurangan yang diakru selama periode tertentu. “

Dari definisi di atas, dapat dikatakan bahwa akuntansi membantu kita untuk memiliki beberapa informasi mengenai hal berikut:

  1. Sifat dan jumlah pendapatan.
  2. Sifat dan jumlah biaya.

Sifat dan jumlah kerugian yang mungkin terjadi.

Sifat dan jumlah kerugian yang sebenarnya.

  1. Ukuran dan volume modal yang digunakan.
  2. Kenaikan atau penurunan volume modal yang digunakan.

Sifat dan nilai aset yang dimiliki.

  1. Sifat dan nilai kewajiban yang beredar.

9.The jumlah tertentu karena bisnis dan sifat mereka.

10.The jumlah tertentu karena bisnis dan sifat mereka.

  1. Jumlah tertentu yang harus dibayarkan kepada pemerintah dan sifatnya.
  2. Laporan mengenai interpretasi hasil keuangan

Tujuan Akuntansi

Objek Akuntansi yang luas dapat dinyatakan secara singkat sebagai berikut:

1.Untuk menjaga rekening kas melalui Buku Kas dan untuk mengetahui saldo Kas pada hari-hari tertentu.

2.Untuk memelihara berbagai jurnal lain untuk mencatat transaksi non -cash sehari-hari.

3.Untuk memelihara berbagai Akun Ledger untuk mengetahui jumlah pasti pendapatan dan biaya atau keuntungan dan kerugian, piutang dan hutang.

4.Untuk memberikan informasi mengenai Pembelian dan Penjualan, baik Cash dan Kredit.

5.Untuk mengetahui laba bersih atau rugi bersih atau surplus atau defisit untuk periode tertentu.

6.Untuk mengetahui total modal pada tanggal tertentu.

7.Untuk mengetahui posisi aset pada tanggal tertentu.

8.Untuk mengetahui posisi kewajiban pada tanggal tertentu.

9.Untuk mendeteksi defalcasi apapun dan untuk memeriksa kecurangan dan penyalahgunaan uang.

10.Untuk mendeteksi berbagai kesalahan dan untuk memperbaiki mereka melalui entri dalam jurnal yang tepat.

11.Untuk mengkonfirmasi tentang ketepatan aritmatika dari pembukuan.

12.Untuk membantu manajemen dengan menyediakan rasio akuntansi, laporan dan data yang relevan.

13.Untuk menghitung biaya produksi.

14.Untuk membantu manajemen merumuskan kebijakan pengendalian biaya, penyusunan penawaran penawaran yang kompetitif dan sebagainya.

Teori Akuntansi

Selalu ada alasan di balik setiap tindakan manusia. Seorang pria tidak apa-apa tanpa alasan yang masuk akal.

  Mengenai Keuangan, atau urusan keuangan, seorang pria selalu ekstra hati-hati dan karenanya, dia tidak pernah melakukan transaksi keuangan tanpa alasan apapun. Seiring transaksi akuntansi dengan transaksi keuangan, maka setiap pekerjaan akuntansi juga didasarkan pada penalaran. Teori Akuntansi selalu mencoba menjelaskan dengan alasan, logika yang mendasari praktik tertentu. Prinsip Akuntansi yang Diterima secara umum tidak dapat diubah sama sekali karena diterima secara luas dan diterima secara universal namun dapat direformasi dan diperbaiki ulang agar sesuai dengan kebutuhan Masyarakat atau Ekonomi yang berubah. Teori Akuntansi menunjukkan cara berpikir ilmiah untuk pemecahan masalah akuntansi dunia nyata.

Menurut Prof.Hendriksen, “Teori Akuntansi dapat didefinisikan sebagai penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip luas yang memberikan kerangka acuan umum dimana praktik akuntansi dapat dievaluasi dan panduan pengembangan praktik dan prosedur baru.

Agar benar-benar mampu memecahkan masalah akuntansi dunia nyata, seorang akuntan harus memiliki pengalaman praktis yang cukup dibantu dengan pengetahuan teoritis yang memadai. Prinsip akuntansi yang berlaku umum, kebiasaan, konvensi, doktrin, prosedur dan postulat yang banyak digunakan merupakan teori akuntansi. Dengan demikian, hipotesis logis dan dipastikan, diterima secara umum oleh semua, dapat disebut Teori Akuntansi. Karena semua teori lainnya didasarkan pada penalaran yang masuk akal dan kuat. Teori Akuntansi juga didasarkan pada penalaran yang masuk akal.

Teori akuntansi dan praktik akuntansi sangat erat kaitannya. Mereka begitu dekat, karena sangat sulit untuk memisahkan mereka. Teori Akuntansi telah dikembangkan melalui pengamatan, analisis, penjelasan, pengawasan dan pemindaian praktik akuntansi sehari-hari. Lagi-lagi, praktik akuntansi sehari-hari dilakukan dengan penerapan teori dan prinsip yang mapan dan diterima secara umum. Karena perubahan ekonomi, perubahan Masyarakat juga terjadi karena perubahan dalam struktur Sosial Ekonomi di negara manapun, pola praktik akuntansi juga dapat berubah. Jika ada perubahan dalam pola akuntansi, teori yang bersangkutan juga memerlukan modifikasi dan modulasi yang diperlukan. Jadi, teori juga harus diubah. Jadi, hubungan keduanya adalah kompensasi dan tidak kompetitif. Tidak bisa ada latihan tanpa pengetahuan teoritis yang tepat. Sekali lagi, teori muncul dari observasi konstan, analisis, pemeriksaan terhadap masalah dan prosedur teoritis. Jadi, seseorang bahkan tidak bisa ada tanpa perintah. Teori dianggap sebagai pilar dimana seluruh struktur akuntansi berdiri. Jika akuntan melakukan pekerjaan akuntingnya dengan sukses dan terampil, dia harus melengkapi dirinya dengan pengetahuan teoritis yang lengkap dan lengkap. Seseorang bahkan tidak dapat berpikir untuk mempraktikkan akuntansi tanpa benar-benar dilengkapi dengan pengetahuan teoretis. Tidak hanya itu, teori juga membantu akuntan dalam memecahkan masalah akuntansi dunia nyata yang mungkin muncul selama praktik akuntansi. Jadi, Teori Akuntansi dan Praktik Akuntansi sangat erat kaitannya – begitu dekat agar tidak berpisah.

  Ada banyak keuntungan dari teori akuntansi belajar. Ini disebut sebagai berikut:

  1. Dengan mempelajari teori akuntansi hanya orang yang bisa mengetahui alasan dasar dibalik semua praktik akuntansi.
  2. Setelah belajar teori hanya orang yang tahu bahwa akuntansi praktis tidak begitu membosankan dan monoton sehingga bisa menjadi penjumlahan beberapa debit dan kredit.
  3. Dengan belajar teori akuntansi hanya akuntan yang bisa melakukan karyanya lebih terampil dan tanpa cacat.
  4. Seorang akuntan, yang dengan sempurna dilengkapi dengan pengetahuan teori akuntansi, tidak hanya bisa memahami masalah pekerjaannya dengan lebih baik, tapi juga bisa membuat orang lain memahami hal yang sama dengan cara yang lebih baik.
  5. Ada banyak proses akuntansi praktis. Proses tunggal tidak dapat diterapkan pada semua kasus. Jika akuntan mengetahui teori dengan baik, dia dapat memilih proses akuntansi yang benar yang berlaku untuk kasus tertentu.
  6. Mungkin ada kekurangan dan kekurangan dalam sistem akuntansi yang menjadi perhatian. Jika akuntan telah memiliki pengetahuan teori akuntansi yang memadai, dia dapat dengan mudah menemukan ini dan memberikan saran kepada manajemen mengenai cara perlindungan masa depan.
  7. Bisnis hari ini penuh dengan beragam masalah sosial ekonomi. Jadi, akuntansi, sekarang-a-hari telah menjadi rumit dan lengkap. Pengetahuan tentang teori akuntansi membantu akuntan untuk mengatasi masalah akuntansi dunia nyata dengan sangat mudah.
  8. Seorang akuntan, yang memiliki pengetahuan teori akuntansi, dapat dengan mudah membantu manajemen dengan cara yang efektif dengan memberikan informasi akuntansi yang tepat pada waktu yang tepat.
  9. Penilaian berbagai aset dan kewajiban dapat lebih atau kurang akurat jika akuntan memiliki pengetahuan teori akuntansi.
  10.  Berbagai orang dan pihak yang tertarik dengan bisnis, seperti, Pemerintah, publik, investor, pemberi pinjaman uang, peneliti dll, lebih mengandalkan teori akuntan mengetahui daripada akuntan tanpa pengetahuan teoritis. Tidak ada yang bisa menyangkal sekarang-a- hari kegunaan memiliki pengetahuan teoritis dalam praktik akuntansi. Tak perlu dikatakan bahwa seorang pria mengetahui teori jauh lebih baik daripada pria yang tidak mengenalnya. Bahkan jika orang biasa bisa diberikan dengan pengetahuan teoritis dan latihan praktis yang tepat, pastinya dia akan menjadi akuntan yang baik. Jadi, selama hari-hari ini, seseorang tidak dapat melakukan pengetahuan teoritis tentang akuntansi. Ini penting sekarang.

Klasifikasi

Dikatakan bahwa pengetahuan tidak mengenal batas. Ini sama benarnya dalam kasus teori juga. Ada berbagai jenis teori dalam berbagai cabang pengetahuan. Namun, beberapa jenis teori dapat digambarkan sebagai berikut.

  1. Teori Deskriptif: Jenis teori akuntansi ini adalah pendekatan deskriptif. Ini menjelaskan sebab dan akibat dari kejadian sehari-hari dalam kehidupan kita. Teori akuntansi deskriptif membantu kita untuk memprediksi bagaimana suatu peristiwa akan diperlakukan dalam akuntansi dari studi penjelasan mengenai kejadian peristiwa tersebut.
  2. Teori Akuntansi Normatif: Teori akuntansi normatif adalah jenis surmon di alam. Hal ini terutama berkaitan dengan tindakan masa depan dalam terang fenomena sehari-hari. Teori akuntansi normatif juga mengembangkan kemungkinan teori yang independen terhadap praktik saat ini dan membantu memecahkan masalah kritis di masa depan. Jadi, teori ini disarankan di alam.
  3. Teori Akuntansi evaluatif: Teori yang membantu mengetahui kualitas dan kuantitas benda atau kejadian atau kuantitas kualitatif dan kualitas kuantitatif dikenal sebagai teori akuntansi evaluatif. Teori evaluatif juga mengukur kuantitas kualitatif dari acara yang bersangkutan.
  4. Teori Akuntansi Komunikatif: Ada beberapa teori dasar dan mendasar yang memberi kita perkiraan pasti kejadian yang disebut teori komunikatif. Jadi, kita bisa menebak kejadian apapun jika kita memiliki pengetahuan tentang teori akuntansi komunikatif. Perkiraan masa depan kejadian juga dipasok oleh teori akuntansi komunikatif.
  5. Teori Akuntansi Induktif: Teori akuntansi yang meneliti dan menganalisa kejadian kejadian masa lalu dikenal dengan teori akuntansi induktif. Hal ini didasarkan pada percobaan berulang dan menginformasikan bahwa kejadian serupa di masa depan akan menghasilkan konsekuensi serupa.
  6. Teori Akuntansi Deduktif: Teori akuntansi yang disusun dengan mengikuti metode deduksi adalah teori akuntansi deduktif. Ini menunjukkan kepada kita cara perilaku masa depan mengenai terjadinya fenomena khusus. Teori deduktif umumnya diformulasikan untuk mencapai beberapa tujuan tertentu.
  7. Teori yang diterima secara umum: Teori fundamental yang dapat diterapkan secara merata dalam semua kasus dan diadopsi oleh semua teori yang diterima secara umum. Teori-teori ini umumnya tidak bervariasi dan menghasilkan hasil yang kurang lebih serupa dalam kebanyakan kasus.

Selain itu, ada juga teori lain yang ada. Tapi ini adalah Teori Filosofis dan ditemukan dalam Filosofi India kuno kita. Tidak ada kesempatan untuk membahas teori-teori dalam akuntansi.

Bahasa Bisnis:

Sebagai seorang pria tanpa bahasa ternyata agak tidak berguna atau sebagai orang bisu tidak dapat dipahami dengan jelas, demikian juga bisnis tanpa laporan aktivitasnya menjadi tidak berarti. Bahasa adalah perwakilan dari kemajuan masyarakat kelompok bahasa tersebut. Bahasa yang dikembangkan mencerminkan masyarakat yang maju. Perkembangan ekonomi-ekonomi selalu bergantung pada kemajuan linguistiknya. Dengan kata lain, budaya manusia dan aktivitas ekonomi selalu bergantung pada bahasa dan sastra untuk makanan dan kemajuan mereka juga.

Unit bisnis juga mendapat bahasanya sendiri di mana ia mengungkapkan hasil kegiatannya dan bahasa dalam “Akuntansi” Dengan bantuan bahasa ini, yaitu akuntansi, ia mempersiapkan rencana, program dan proyek masa depannya. Bahasa bisnis, yaitu akuntansi selalu digunakan secara efektif untuk pertimbangan analitis dari aktivitas sekarang dan untuk melaporkan hasilnya kepada berbagai orang yang tertarik juga.

Seperti bahasa The Sun yang tidak ada sinar matahari, seperti bunga adalah wewangiannya, dan sama seperti petir adalah kilatnya, demikian juga bahasa bisnis adalah akuntansi. Sebagai manusia mengekspresikan pemikiran melalui bahasa, maka hasil aktivitas bisnis diungkapkan melalui akunting dalam bentuk Akun Akhir dengan Laporan dan Pernyataan. Keberhasilan atau kegagalan, keuntungan atau kerugian dan aktivitas sehari-hari atau transaksi bisnis mendapatkan kehidupan saat diubah dan diterjemahkan ke dalam akun.

Akuntansi, bahasa bisnis, membantu kita untuk mengetahui profitabilitas atau kapasitas keuntungannya. Tidak hanya itu, bahasa akuntansi juga mengungkapkan stabilitas keuangan, kekuatan Struktur Modal dan nilai dasar atau kekayaan bersih bisnis. Prospek masa depan yang menjadi perhatian juga bisa diketahui dengan jelas dari akun yang diterbitkan. Sebenarnya, semua orang yang tertarik dalam masyarakat, seperti Debitur, Kreditor, Investor, Pemberi Pinjaman, Bankir, Pemerintah, pemungut pajak, Ekonom, Periset, dan sebagainya, dapat melalui kegiatan bisnis dengan bantuannya. bahasa, yaitu akuntansi. Dengan demikian, seseorang dapat memiliki pandangan bisnis yang lengkap, benar dan adil melalui bahasa bahasa akuntansi.

Teori Akuntansi vs Praktik Akuntansi

Secara umum, tidak ada persaingan antara teori akuntansi dan praktik akuntansi. Seseorang selalu tergantung pada yang lain. Praktik akuntansi selalu dipandu dan dipengaruhi oleh konvensi, doktrin, dan berbagai peraturan dan metode lain yang telah diterima oleh semua. Praktek tanpa teori tidak akan pernah bisa dipahami. Sekali lagi, tidak ada utilitas teori apapun saat tidak ada praktik. Praktik akuntansi telah berkembang melalui kebiasaan, penggunaan dan konvensi yang disebut teori. Jadi, ini bisa dianggap erat kaitannya. Tapi tetap saja, ada beberapa perbedaan antara keduanya yang bisa disebut sebagai berikut: Teori Akuntansi (1). Sebuah teori berarti prinsip direktif yang pasti. (2). Teori dibingkai dengan benar-benar menganalisis Praktik akuntansi. (3)Teori Akuntansi didasarkan pada penalaran yang masuk akal dan karena itu ilmiah. (4)Teori, dengan demikian, tidak dapat membantu kita untuk mengetahui posisi keuangan bisnis atau jumlah Profit atau Loss selama periode tertentu.(5). Teori Akuntansi tidak pernah bisa dianggap sebagai sarana penyampaian informasi baik internal maupun eksternal.(6). Teori Akuntansi membantu kita memecahkan masalah rumit yang timbul dalam proses akuntansi praktis, khususnya selama hari-hari modern ini sistem keuangan yang rumit. Latihan Menguji (1). Praktik Akuntansi adalah apa yang sebenarnya dilakukan dalam cara pencatatan dan analisis aktivitas akuntansi.(2) Praktik Akuntansi hanya aplikasi teori akuntansi. (3)Praktik Akuntansi tidak harus selalu benar-benar logis dan ilmiah karena praktik bergantung pada kebiasaan, norma dan konvensi yang berlaku.(4). Praktik Akuntansi selalu dirancang untuk menghitung keuntungan atau kerugian dari bisnis keadaan.(5). Praktik Akuntansi dianggap sebagai media yang valid untuk menyampaikan berbagai informasi kepada berbagai pihak yang berkepentingan.(6). Praktik Akuntansi dalam metode konvensional tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, kita melihat bahwa Teori Akuntansi dan Praktik Akuntansi saling terkait dan terkait erat. Seseorang dapat dianggap sebagai pengganti yang lain karena, teori tidak dapat dipisahkan dari praktik dan praktik merupakan bagian integral dari teori. Perumusan Teori Akuntansi dan praktik akuntansi Selalu ada alasan di balik setiap tindakan manusia. Seorang pria tidak melakukan apapun tanpa alasan yang masuk akal. Mengetahui Keuangan, atau masalah keuangan, seseorang selalu ekstra hati-hati dan karenanya, dia tidak pernah melakukan transaksi keuangan tanpa alasan apapun. Seiring transaksi akuntansi dengan transaksi keuangan, maka setiap pekerjaan akuntansi juga didasarkan pada penalaran. Teori Akuntansi selalu mencoba menjelaskan dengan alasan, logika yang mendasari praktik tertentu. Prinsip Akuntansi yang Diterima secara umum tidak dapat diubah sama sekali karena diterima secara luas dan diterima secara universal namun dapat direformasi dan diperbaiki ulang agar sesuai dengan kebutuhan Masyarakat atau Ekonomi yang berubah. Teori Akuntansi menunjukkan cara berpikir ilmiah untuk solusi dari masalah akuntansi dunia nyata. Menurut Prof.Hendriksen, “Teori Akuntansi dapat didefinisikan sebagai penalaran logis dalam bentuk seperangkat prinsip umum yang memberikan kerangka umum referensi dimana praktik akuntansi dapat dievaluasi dan membimbing pengembangan praktik dan prosedur baru.Untuk benar-benar dapat memecahkan masalah akuntansi dunia nyata, seorang akuntan harus memiliki pengalaman praktis yang cukup dibantu dengan pengetahuan teoritis yang memadai. Prinsip akuntansi yang berlaku umum, kebiasaan, konvensi, doktrin, prosedur dan postulat yang banyak digunakan merupakan teori akuntansi. Dengan demikian, hipotesis logis dan dipastikan, diterima secara umum oleh semua, dapat disebut Teori Akuntansi. Karena semua teori lainnya didasarkan pada penalaran yang masuk akal dan kuat. Teori Akuntansi juga didasarkan pada penalaran yang masuk akal. Teori Akuntansi dan Praktik Akuntansi sangat erat kaitannya. Mereka begitu dekat, karena sangat sulit untuk memisahkan mereka. Teori Akuntansi telah dikembangkan melalui pengamatan, analisis, penjelasan, pengawasan dan pemindaian praktik akuntansi sehari-hari. Lagi-lagi, praktik akuntansi sehari-hari dilakukan dengan penerapan teori dan prinsip yang mapan dan diterima secara umum. Karena perubahan ekonomi, perubahan Masyarakat juga terjadi karena perubahan dalam struktur Sosial Ekonomi di negara manapun, pola praktik akuntansi juga dapat berubah. Jika ada perubahan dalam pola akuntansi, teori yang bersangkutan juga memerlukan modifikasi dan modulasi yang diperlukan. Jadi, teori juga harus diubah. Jadi, hubungan keduanya adalah kompensasi dan tidak kompetitif. Tidak bisa ada latihan tanpa pengetahuan teoritis yang tepat. Sekali lagi, teori muncul dari observasi konstan, analisis, pemeriksaan terhadap masalah dan prosedur teoritis. Jadi, seseorang bahkan tidak bisa ada tanpa perintah. Teori dianggapmenjadi pilar di mana seluruh struktur akuntansi berdiri. Jika akuntan melakukan pekerjaan akuntingnya dengan sukses dan terampil, dia harus melengkapi dirinya dengan pengetahuan teoritis yang lengkap dan lengkap. Seseorang bahkan tidak dapat berpikir untuk mempraktikkan akuntansi tanpa benar-benar dilengkapi dengan pengetahuan teoretis. Tidak hanya itu, teori juga membantu akuntan dalam memecahkan masalah akuntansi dunia nyata yang mungkin muncul selama praktik akuntansi. Jadi, Teori Akuntansi dan Praktik Akuntansi sangat erat kaitannya – begitu dekat sehingga tidak bisa dipisahkan. KepentinganAdvantages of learning teori akuntansi Ada banyak kelebihan teori akuntansi belajar. Ini disebut sebagai berikut: 1. Dengan belajar teori akuntansi hanya orang yang bisa mengetahui alasan dasar dibalik semua praktik akuntansi. Setelah belajar teori hanya orang yang tahu bahwa akuntansi praktis tidak begitu membosankan dan monoton sehingga bisa menjadi penjumlahan beberapa debit dan kredit.3. Dengan belajar teori akuntansi hanya akuntan yang bisa melakukan karyanya lebih terampil dan tanpa cacat.4. Seorang akuntan, yang dengan sempurna dilengkapi dengan pengetahuan teori akuntansi, tidak hanya bisa memahami masalah pekerjaannya dengan lebih baik, tapi juga bisa membuat orang lain memahami hal yang sama dengan cara yang lebih baik. Ada banyak proses akuntansi praktis. Proses tunggal tidak dapat diterapkan pada semua kasus. Jika akuntan mengetahui teori dengan baik, dia dapat memilih proses akuntansi yang benar yang berlaku untuk kasus tertentu.6. Mungkin ada kekurangan dan kekurangan dalam sistem akuntansi yang menjadi perhatian. Jika akuntan telah memiliki pengetahuan teori akuntansi yang memadai, dia dapat dengan mudah menemukan ini dan memberikan saran kepada manajemen mengenai cara perlindungan masa depan.7. Bisnis hari ini penuh dengan beragam masalah sosial ekonomi. Jadi, akuntansi, sekarang-a-hari telah menjadi rumit dan lengkap. Pengetahuan tentang teori akuntansi membantu akuntan untuk mengatasi masalah akuntansi dunia nyata dengan sangat mudah.8. Seorang akuntan, yang memiliki pengetahuan teori akuntansi, dapat dengan mudah membantu manajemen dengan cara yang efektif dengan menyediakan informasi akuntansi yang tepat pada waktu yang tepat.9. Penilaian berbagai aset dan kewajiban dapat lebih atau kurang akurat jika akuntan memiliki pengetahuan tentang teori akuntansi.10. Berbagai orang dan pihak yang tertarik dengan bisnis, seperti, Pemerintah, publik, investor, pemberi pinjaman uang, peneliti dll, lebih mengandalkan teori akuntan mengetahui daripada akuntan tanpa pengetahuan teoritis. Tidak ada yang bisa menyangkal sekarang-a- hari kegunaan memiliki pengetahuan teoritis dalam praktik akuntansi. Tak perlu dikatakan bahwa seorang pria mengetahui teori jauh lebih baik daripada pria yang tidak mengenalnya. Bahkan jika orang biasa bisa diberikan dengan pengetahuan teoritis dan latihan praktis yang tepat, pastinya dia akan menjadi akuntan yang baik. Jadi, selama hari-hari ini, seseorang tidak dapat melakukan pengetahuan teoritis tentang akuntansi. Hal ini penting sekarang.PictureAccounting adalah ilmu atau notWhether akuntansi yang bisa dianggap sebagai sains adalah pertanyaan yang bisa diperdebatkan. Ilmu adalah subjek disiplin yang didasarkan pada aktivitas fisik atau materi atau perubahan materialistik. Ilmu pengetahuan selalu terdiri dari beberapa prinsip yang berlaku umum dan mapan. Prinsip-prinsip dapat dimodifikasi sebagaimana dan bila diperlukan tapi kemudian juga, proposisi yang berbeda dan pasti dan penjelasan logis yang berakhir dengan bukti konklusif diperlukan. Tapi subjek Seni tidak pernah seperti itu. Disini seseorang telah mencampuradukkan imajinasinya dengan realitas praktis. Dengan demikian kombinasi antara realitas dan imajinasi merupakan subjek Seni. Dalam hal ini beberapa kejadian praktis dari kenyataan dipilih dan dengan imajinasi kejadian praktis itu dicampur dan bercampur sedemikian rupa sehingga dapat digambarkan sebagai topik baru. Jadi dalam kasus seperti itu selalu ada kemungkinan kontras yang berbeda dengan kejadian atau masalah dunia nyata. Perhitungan adalah metode sistematis untuk merenung, mengklasifikasikan, meringkas dan mencatat transaksi sehari-hari. Ini juga menghitung keuntungan atau kerugian suatu unit bisnis selama periode tertentu. Jadi kita melihat ada kerangka kerja kerangka kerja konseptual dan sistematis. Kerangka kerja ini harus mendapatkan hubungan praktis dengan porsi akuntansi atau akuntansi praktis. Sebagai akibatnya, beberapa standar telah berkembang dan ditetapkan oleh otoritas yang berbeda di seluruh dunia atas keraguan bahwa akuntansi oleh akuntan. Jadi tidak ada keraguan bahwa akuntansi berawal dari masalah dunia nyata, bukan masalah keuangan akuntansi yang sebagian besar berkaitan dengan transaksi bisnis. Prinsip dan dalil akuntansi didasarkan pada penalaran yang masuk akal. Ini telah berkembang dari penggunaan praktis, kebiasaan dan konvensi. Jadi prinsip ini berawal dari pengalaman nyata. Untuk alasan ini akuntansi bisa dikatakan sains. Tapi harus diingat bahwa itu bukan ilmu murni atau sc lengkapKarena, seperti ilmu pengetahuan umum atau Ilmu Pengetahuan Alam, prinsip akuntansi tidak selalu terbukti. Namun, akuntansi itu adalah ilmu perilaku tidak diragukan lagi.

AUDIT PRODUKSI DAN OPRASI

  1. PENGERTIAN AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI

Audit produksi dan operasi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap keseluruhan fungsi produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini telah berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif dan efisien). Audit ini dilakukan tidak hanya terbatas pada unit produksi tetapi juga berperan melengkapi fungsi pengendalian kualitas.

Alasan yang mendasari perlu dilakukannya audit antara lain :

  1. Proses produksi dan operasi harus berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
  2. Kekurangan/kelemahan yang terjadi harus ditemukan sehingga segera dapat diperbaiki.
  3. Konsistensi berjalannya proses harus diungkapkan.
  4. Pendekatan proaktif harus menjadi dasar dalam peningkatan proses.
  5. Berjalanya tindakan korektif harus mendapat dorongan dan dukungan dari berbagai pihak yang terkait.
  6. AUDIT OPERASIONAL TERHADAP FUNGSI PRODUKSI

            Audit operasional terhadap fungsi produksi atau sering disebut dengan audit produksi merupakan suatu bentuk audit yang dilaksanakan perusahaan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan dibidang produksi.

Selain itu, produksi juga berfungsi untuk mengukur seberapa baik manajemen menjalankan fungsi perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan produksi dan seberapa efektifkah manajemen dalam membuat keputusan yang tepat untuk mencapai tujuan produksi yang telah ditetapkan.

Audit produksi melakukan penilaian secara komprehensif terhadap keseluruhan fungsi produksi dan operasi untuk menentukan apakah fungsi ini telah berjalan dengan memuaskan (ekonomis, efektif, dan efisien). Beberapa alasan yang mendasari perlunya dilakukan audit produksi, antara lain:

  1. Proses produksi dan operasi hams berjalan sesuai dengan prosedur yang telah
    ditetapkan.
  2. Kekurangan/kelemahan yang terjadi hams ditemukan sehingga segera dapat diperbaiki
  3.  Konsistensi berjalannya proses hams diungkapkan
  4. Pendekatan proaktif haras menjadi dasar dalam peningkatan proses.
  5. Berjalannya tindakan korektif hams mendapat dorongan dan dukungan dari
    berbagai pihak yang terkait.
  6. PRINSIP – PRINSIP UMUM AUDIT :
  7. Tujuan utama audit adalah untuk menentukan apakah proses produksi dan operasi yang berjalan saat ini sudah sesuai dengan criteria (peraturan,kebijakan, tujuan, rencana, standar) yang telah ditetapkan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan konsisten dengan standar kualitas yang telah ditetapkan serta mengidentifikasikan wilayah (bagian) yang masih memerlukan perbaikan.
  8. Auditor harus secara objektif dan sistematis mengumpulkan dan menganalisis data yang cukup dan relevan sebagai dasar penilaian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan criteria yang telah ditetapkan.
  9. Auditor harus mengklarifikasikan ketidaksesuaian yang terjadi antara aktifitas produksi dan operasi dengan kebutuhan criteria (standar) yang telah ditetapkan dan membuat rekomendasi untuk peningkatan.
  10. TUJUAN AUDIT OPERASIONAL :
  11. Untuk menilai kinerja dari manajemen dan berbagai fungsi dalam badan usaha.
  12. Untuk menilai apakah sumber daya (manusia,mesin, dana, harta lainnya ) yang dimiliki badan usaha telah dugunakan efisien dan ekonomis.
  13. Untuk menilai efektifitas badan usaha dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  14. Memberikan rekomendasi kepada manajemen puncak untuk memperbaiki kelemahan – kelemahan terhadap penerapan struktur pengendalian internal, system pengendalian manajemen dan produser operasional badan usaha, dalam rangka meningkatkan efisien, keekonomisan, dan efektivitas kegiatan operasi badan usaha.
  15. MANFAAT AUDIT OPERASIONAL :
  16. Memberikan gambaran kepada pihak yang berkepentingan tentang ketaatan dan kemampuan fungsi produksi dan operasi dalam menerapkan kebijakan serta strategi yang ditetapkan.
  17. Memberikan informasi tentang usaha-usaha perbaikan proses produksi dan operasi yang telah dilakukan perusahaan.
  18. Menentukan area permasalahan yang masih dihadapi dalam mencapai tujuan produksi.
  19. Menilai kekuatan dan kelemahan strategi produksi dan operasi serta kebutuhan perbaikannya.
  20. TAHAP – TAHAP AUDIT PRODUKSI DAN OPERASI :
  21.             Audit Pendahuluan

Audit pendahuluan diawali dengan perkenalan antara pihak auditor dengan organisasi auditee. Untuk mengonfirmasi scope audit, mendiskusikan rencana audit dan penggalian informasi umum tentang organisasi auditee, objek yang akan diaudit mengenal lebih lanjut kondisi perusahaan dan prosedur yang diterapkan pada proses produksi dan operasi.

ukan tahapan audit ini, auditor dapat memperkirakan (menduga) kelemahan – kelemahan yang mungkin terjadi pada fungsi produksi dan operasi perusahaan auditee.

  1.             Review dan pengujian terhadap pengendalian manajemen

Berdasarkan data yang diperoleh pada audit pendahuluan, auditor pendahuluan, auditor melakukan penilaian terhadap tujuan utama fungsi produksi dan operasi serta variable-variabel yang mempengaruhinya. Veriabel – variable ini meliputi berbagai kebijakan dan peraturan yang telah ditetapkan untuk setiap program/aktifitas, praktik yang sehat, dokumentasi yang memadai dan ketersediaan sumber yang dibutuhkan dalam menunjang usaha pencapaian tujuan tersebut.

Pada tahap ini auditor juga mengidentifikasi dan mengklasifikasikan penyimpangan dan gangguan – gangguan yang mungkin terjadi yang mengakibatkan terhambatnya pencapaian tujuan produksi dan operasi.

review dan pengujian yang dilakukan pada tahap ini, auditor mendapatkan keyakinan tentang dapat diperolehnya data yang cukup dan kompeten serta tidak terhambatnya akses untuk melakukan pengamatan yang lebih dalam terhadap tujuan audit sementara yang telah ditetapkan pada tahapan audit sebelumnya.

Auditor dapat menetapkan tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit objective) yang akan didalami pada audit lanjutan.

 iii.    Audit Lanjutan(terinci)

Auditor melakukan audit yang lebih dalam dan pengembangan temuan terhadap fasilitas, prosedur, catatan-catatan (dokumen) yang berkaitan dengan produksi dan operasi. Konfirmasi kepada pihak perusahaan selama audit dilakukan untuk mendapatkan penjelasan dari pejabat yang berwenang tentang adanya hal-hal yang merupakan kelemahan (nonconformances) yang ditemukan auditor.

Untuk mendapatkan informasi yang lengkap, relevan dan dapat dipercaya, auditor menggunakan daftar pertanyaan ( audit checklist) yang ditunjukan kepada berbagai pihak yang berwenang dan berkompeten berkaitan dengan masalah yang diaudit.

  1.   Pelaporan

Laporan audit disajikan dengan format sebagai berikut :

  1. Informasi Latar Belakang
  2. Kesimpulan Audit dan Ringkasan Temuan Audit
  3. Rumusan Rekomendasi
  4. Ruang lingkup audit
  5. Tindak lanjut

Rekomendasi yang disajikan auditor dalam laporannya merupakan alternatif perbaikan yang ditawarkan untuk meningkatkan berbagai kelemahan ( kekurangan) yang masih terjadi pada perusahaan.

  1. RUANG LINGKUP AUDIT

Secara keseluruhan ruang lingkup audit produksi dan operasi meliputi :

  1. Rencana produksi dan operasi

Rencana ini menghubungkan kebutuhan pasar atas produk yang dipersyaratkan, aktifitas pengembangan dan rekayasa, kapasitas produksi, rencana persediaan, keungan, ketersediaan SDM, bahan baku, dan tingkat timbal balik hasil investasi yang dipersyaratkan investor.

Suatu rencana induk memuat tentang :

  1. Jadwal induk produksi.
  2. Penilaian atas penggunaan kapasitas produksi.

3.Tingkat persediaan.

  1. Perencanaan keseimbangan linyas produksi.
  2. Produktivitas dan peningkatan nilai tambah.

Lean production, suatu metode produksi ramping, yang dikembangkan oleh produsen yang menggunakan focus berulang dalam rancangan prosesnya mampu secara signifikan memberi keuntungan bagi perusahaan yang menerapkannya.

Keunggulan lean production, didukung oleh kebijakan dan praktik produksi yang secara maksimal mengoptimalkan penggunaan sumber daya perusahaan untuk meningkatkan keunggulan bersaingnya, kebijakan dan praktik tersebut meliputi:

  1. Penghapusan Persediaan (Zero inventory)

Metode ini menggunakan Just in Time  dalam menurunkan persediaan dan pemborosan yang disebabkan oleh persediaan tersebut.

  1. Tingakat cacat no (zero defect).

Metode produk ini membangun suatu system produksi dan operasi yang dapat membantu karyawan memproduksi unit yang sempurna untuk setiap kalinya. Persiapan proses produksi dilakukan dengan lebih matang untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam menghasilkan produk sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan.

  1. Meminimalkan kebutuhan tempat (areal).

Upaya memenimalkan jarak tempuh unit produk dapat mengurangi kebutuhan tempat dalam proses produksi. Penataan fasilitas produksi yang terintegrasi dengan gudang penyimpanan bahan baku dan/atau produk jadi, dapat menghemat kebutuhan tempat tanpa mengganggu jalannya proses produksi.

  1. Kemitraan dengan pemasok.

Melibatkan pemasok ke dalam rencana keberhasilan perusahaan merupakan model yang banyak dikembangkan dalam praktik produksi modern saat ini. Dengan membangun hubungan yang erat (kemitraan) dengan pemasok dan menjalankan rencana dan standart kebutuhan bahan kepadanya, pemasok menjadi memahami dengan baik kebutuhan perusahaan dan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap pasokan bahan baku baik dalam kualitas, kuantitas, dan waktu pasokan tersebut dibutuhkan harus sudah tersedia di perusahaan.

  1. Tanggung jawab pemasok.
  2. Meminimalkan aktifitas yang tidak menambah nilai.

Melalui suatu analisis aktifitas dan komitmen untuk melakukan perbaikan secara terus – menerus, perusahaan yang menerapkan metode ini, meminimalkan aktifitas – aktifitas yang tidak berguna (tidak menambah nilai) baik bagi pelanggan maupun bagi perusahaan.

  1. Pengembangan angkatan kerja.

Dengan secara terus – menerus memperbaiki desain pekerjaan, pelatihan, partisipasi, komitmen karyawan dan pemberdayaan kelompok-kelompok kerja, metode ini secara konsisten mengembangkan angkatan kerja.

Selanjutnya lean production, mengidentifikasi tujuh sumber pemborosan yang mengakibatkan operasi perusahaan tidak efisien, meliputi :

  1. Produksi yang lebih besar dari kebutuhan (penumpukan persediaan).
  2. Waktu tunggu dan/atau waktu menganggur.
  3. Penanganan material yang terlalu sering.
  4. Persediaan (bahan baku/dan atau barang jadi).
  5. Pergerakan peralatan dan operatornya yang tidak menambah nilai bagi produk.
  6. Proses produksi yang tidak penting (tidak dibutuhkan).
  7. Pengolahan kembali produk cacat.
  8. Menciptakan tantangan dalam bekerja.

Maksudnya disini mampu menciptakan hal – hal baru dalam pekerjaan atau ber eksperimen mencoba hal baru yang mampu membuat kita untuk tambah maju dan tidak monoton.

  1. TUJUAN PENGENDALIAN PRODUKSI DAN OPERASI :
  2. Maksimumkan tingkat pelayanan pelanggan.

Proses harus memahami bahwa pelanggan yang harus dilayani dengan tepat bukan saja pelanggan ekstranal tetapi yang harus dilayani dengan tepat bukan saja pelanggan eksternal tetapi yamg tidak kalah pentingnya adalah pelanggan internal.

  1. Minimumkan investasi pada persediaan .

Aktivitas pemesanan dan penerimaan bahan harus terintegrasi dengan jadwal produksi demikian juga jadwal produksi harus terintegrasi dengan rencana (jadwal) penyerahan kepada pelanggan. Pengendalian yang baik akan mencapai arus produksi yang mulus (smooth product Ion flow) dengan persediaan yang minimum dan waktu tunggu yang pendek.

  1. Efisiensi produksi dan operasi.

Efisiensi produksi dan operasi adalah sesuatu yang mutlak dan harus menjadi budaya kerja pada setiap bagian yang terlibat dalam proses produksi dan operasi. Dalam hal ini pengendalian harus semaksimal mungkin mampu menekan pemborosan (aktifitas tidak bernilai tambah) yang terjadi.

Secara rinci pengendalian tersebut meliputi hal – hal berikut :

  1. Pengendalian bahan baku.
  2. Pengendalian peralatan dan fasilitas produksi.
  3. Pengendalian transformasi.
  4. Pengendalian kualitas.
  5.  Pengendalian barang jadi

PERENCANAAN STRATEGI (Sistem Pengendalian Menejemen)

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

 

Dalam suatu organisasi di perjalanan keorganisasiannya agar berjalan denganlancar maka dibutuhkan suatu proses-proses untuk memutuskan program yang telahdibuat dan akan dilaksanakan oleh sejumlah sumber daya.Maka dari itu perlu dibuat perencanaan-perencanaan agar semua keputusanyang telah dibuat berjalan dengan lancar. Organisasi yang cukup besar biasanyaterdiri dari satu kantor pusat dan beberapa unit bisnis yang terdesentralisasi. Dalamorganisasi semacam itu, perencanaan-perencanaan terjadi di kantor pusat maupun diunit bisnis. Berbeda dengan organisasi yang kecil, terutama dia yang tidak memilikiunit bisnis. Maka proses tersebut hanya melibatkan eksekutif senior dan staf  perencanaan. Dalam organisasi yang sangat kecil sekali proses tersebut mungkinhanya melibatkan kepala eksekutif.Untuk memikirkan masa depan suatu organisasi, manager yang kompeten akanmenghabiskan waktu yang cukup lama. Hasilnya mungkin berupa pemahamaninformal mengenai arah masa depan yang akan diambil oleh entitas tersebut, ataumungkin juga berupa pernyataanformal yang berisi rencana spesifik mengenai bagaimana untuk sampai kearah sana. Pernyataan formal dari rencana tersebutdisebut sebagai rencana strategis. Dan proses pembuatan dan revisinya disaebut perencanaan strategis.

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa hubungan perencanaan strategis dengan formulasi strategi?
  3. Bagaimana evolusi dari perencanaan strategis?
  4. Apa manfaat dan keterbatasan dari perencanaan strategis?
  5. Apa karakteristik rencana strategis formal?
  6. Bagaimana struktur dan isi program dalam perencanaan strategis?
  7. Apa metode dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan rencanastrategis?
  8. Bagaimana hubungan internasional yang dilakukan dalam perencanaan strategis?
  9. Bagaimana cara menganalisis investasi modal?
  10. Bagaimana cara mengatur perencanaan strategis untuk analisis?
  11. Bagaimana cara menganalisis rantai nilai dalam perencanaan strategis yangsedang berjalan?
  12. Bagaimana cara memperhitungkan biaya berdasarkan aktivitas?
  13. Apa saja kegunaan informasi ABC?.
  14. Apa saja proses-proses atau langkah-langkah dalam perencanaan strategis?

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Hubungan Perencanaan Strategis Dengan Formulasi Strategi

Ditarik perbedaan antara dua proses manajemen, yaitu formulasi strategi dan perencanaan strategis. Karena “strategi” atau “strategis” digunakan dalam kedua istilah, maka ada kemungkinan timbul kebingungan. Perbedaannya adalah bahwaformulasi strategi merupakan proses untuk memutuskan strategi baru, sementara perencanaan strategis merupakan proses untuk memutuskan bagaimanamengimplementasikan strategi tersebut.Perencanaan strategis adalah sistematis; ada proses perencanaan strategistahunan, dengan prosedur dan jadwal yang sudah ditentukan. Sedangkan formulasistrategi adalah tidak sistematis. Strategi diperiksa kembali sebagai respons terhadapkesempatan atau ancaman yang dirasakan. Dengan demikian, idealnya, inisiatif strategis yang mungkin dapat muncul kapanpun dari siapapun di dalam organisasi.Jika dinilai patut dikejar, maka inisiatif tersebut sebaiknya dianalisis segera, tanpamenunggu jadwal yang telah ditentukan. Sekali suatu strategi diterima, perencanaanuntuk strategi tersebut menyusul secara sistematis.

  1. Evolusi Dari Perencanaan Strategis

Di akhir tahun 1950-an beberapa perusahaan memulai sistem perencanaanstrategis formal, yang sebelumnya hampir semua organisasi proses perencanaanstrategisnya tidak sistematis. Tetapi pada awal tahun tersebut masih belum menemuikesuksesan dalam perencanaan strategis, karena data yang diperlukan jauh lebihterperinci dari yang seharusnya. Yang seharusnya memikirkan secara mendalammengenai alternatif-alternatif dan memilih yang terbaik diantaranya malah untuk mengektrapolasi angka-angka sirinci anggaran, waktu dan usaha.

  1. Manfaat dan Keterbatasan dari Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis formal dapat memberikan manfaat, antara lain:

  1. Kerangka Kerja Untuk Pengembangan Anggaran TahunanSuatu anggaran operasi memerlukan komitmen sumber daya untuk masadepan. Oleh karena itu, penting bahwa manajemen membuat komitmen1sumber daya semacam itu dengan ide yang jelas mengenai kemana arahorganisasi untuk beberapa tahun kedepan. Suatu rencana strategismenyediakan kerangka kerja yang lebih luas. Dengan demikian manfaat penting dari pembuatan suatu rencana strategis adalah bahwa rencana tersebutmemfasilitasi formulasi dari anggaran operasi yang efektif. Selain itumempunyai manfaat memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya yangoptimal yang mendukung opsi-opsi strategis kunci.
  2. Alat Pengembangan ManajemenPerencanaan strategi formal adalah alat pendidikan dan pelatihanmanajemen yang unggul dalam melengkapi para manajer dengan suatu pemikiran mengenai strategi dan mengimplementasikannya. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa perencanaa strategis formal, proses itu sendiri adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan output dari proses tersebut, yangmerupakan dokumen rencana.
  3. Mekanisme Untuk Memaksa Manejemen Agar Memikirkan Jangka PanjangProses perencanaan strategis formal memaksa manajer untuk meyediakanwaktu guna memikirkan masalah-masalah jangka panjang yang penting.4.Alat Untuk Menyejajarkan Manajer Dengan Strategi Jangka PanjangPerusahaanDebat, diskusi dan negoisasi yang terjadi selama proses perencanaanmengklarifikasi strategi korporat, menyatukan dan meyejajarkan manajer dengan strategi semacam itu, dan mengungkapkan implikasi dari strategikorporat bagi manajer individual.Meskipun perencanaan strategis mempunyai banyak manfaat, namun juga memiliki beberapa keterbatasan, antara lain:
  4. Selalu ada bahaya bahwa perencanaan berakhir menjadi pengisian formulir,latihan birokrasi, tanpa pemikiran strategis.
  5. Bahwa organisasi mungkin menciptakan departemen perencanaan strategisyang besar dan mendelegasikan pembuatan rencana strategis kepada parastaf dari departemen tersebut.
  6. Perencanaan strategis adalah proses yang memakan waktu dan mahal.

Rencana strategis formal yang diinginkan dalam organisasi memilikikarakteristik berikut:

  1. Manajemen puncak yakin bahwa perencanaan strategis adalah penting.
  2. Organisasi tersebut relatif besar dan rumit.
  3. Ada kepastian yang cukup besar mengenai masa depan, tetapi organisasimemiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah.

  1. Karakteristik-karakteristik Perencanaan Strategis Formal.

Rencana strategis formal yang diinginkan dalam organisasi memiliki karakteristik-karaktenistik berikut ini :

  1. Manajemen puncak yakin bahwa perencanaan strategis itu penting. Jika tidak perencanaan strategis mungkin akan menjadi latihan para staf yang hanyamemiliki sedikit dampak pada pengambilan keputusan actual.
  2. Organisasi tersebut relatif besar dan rumit.
  3. Ada ketidakpastian yang cukup besar mengenai masa depan tetapi organisasimemiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan situasi yang berubah. Dalamorganisasi yang relatif stabil, rencana strategis tidaklah perlu; masa depan biasanya cukup sama dengan masa lalu sehingga rencana strategis hanya akan berupa latihan dalam ekstrapolasi (Jika organisasi yang stabil meramalkankebutuhan akan perubahan dalam arah, seperti penurunan dalam pasar atau perubahan drastis dalam biaya bahan baku, maka organisasi tersebut membuatrencana kontinjensi yang menunjukkan tindakan yang akan diambil untuk menghadapi kondisi-kondisi baru ini.
  4. Struktur dan Isi Program Dalam Perencanaan Strategis

Hampir di semua organisasi industrial program adalah produk atau keluarga produk, ditambah riset dan perkembangan. Dan dalam organisasi jasa, programcenderung berkaitan dengan jenis jasa yang diberikan oleh entitas tersebut.Rencana strategis biasanya mencakup periode lima tahun kedepan. Lima tahunadalah periode yang cukup panjang untuk mengestimasikan konsekuensi darikeputusan program yang dibuat saat ini. Jangka waktu diatas lima tahun mungkin begitu kabur sehingga usaha-usaha untuk membuat suatu program untuk periodeyang lebih lama adalah tidak berguna untuk dilakukan. Banyak organisasi membuatrencana yang sangat kasar yang mencakup periode diatas lima tahun. Dalam beberapa organisasi, recana strategis hanya mencakup tiga tahun kedepan.

  1. Metode dan pendekatan yang digunakan dalam penyusunan rencana strategis
  2. Pendekatan Klasik

Menganalisis lingkungan usaha, baik langsung maupun tidak langsung, sehingga bersifat global. Pendekatan ini relative mudah karena informasi yang disyaratkan bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.

  1. Pendekatan Non-Klasik

Menitikberatkan pada analisis posisi persaingan, jadi hanyalah lingkunganlangsung perusahaan yang relevan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yangcukup tentang pihak dalam lingkungan persaingan tersebut.

  1. Pendekatan Administratif
  2. Pendekatan terhadap dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi syaratyang berisi arah dan strategi perusahaan. Akan tetapi pendekatan ini kurangmemperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen.
  3. Pendekatan Keperilakuan

Penekanan pendekatan ini adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa dokumen resmi, melainkan pada komitmen, kesepakatan,tingkah laku yang dihasilkan dari dokumen.

  1. Hubungan Organinasional yang Dilakukan Dalam Perencanaan Strategis

Proses perencanaan strategis melibatkan manajemen senior dan manajer dari unit bisnis atau pusat tanggung jawab utama lainnya, dibantu oleh staf mereka.Tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki komunikasi antara eksekutif korporatdengan eksekutif unit bisnis dengan cara menyediakan rangkaian aktifitas terjadwal,agar dapat mencapai sekelompok tujuan dan rencana yang disetujui bersama.

  1. Cara Menganalisis Investasi Modal

Teknik-teknik untuk menganalisis usulan investasi modal berusaha untuk menemukan nilai sekarang bersih dari proyek tersebut, yaitu kelebihan nilai sekarangdari estimasi arus kas masuk terhadap jumlah investasi yang diperlukan, atau tingkat pengembalian internal yang implisit dalam hubungan antara arus kas masuk dankeluar. Intinya adalah bahwa teknik-teknik ini digunakan hanya pada sekitar separuhsituasi dimana secara konseptual, teknik-teknik ini dapat diterapkan.Pertimbangan-pertimbangan yang berguna dalam mengimplementasikansystem evaluasi pengeluaran modal antara lain:

  1. Aturan-aturan

Perusahaan umunya mempublikasikan aturan dan prosedur untuk persetujuanusulan pengeluaran model dengan berbagai besaran.

  1. Menghindari manipulasiSemua usulan yang muncul untuk disetujui umunya memenuhi criteria formalunrtuk alasan tersebut, tidak semuanya benar-benar menarik.
  2. ModelSelain model pembuatan anggaran modal yang mendasar, ada teknik-teknik spesialisasi, seperti analisis resiko, analisi sensitifitas, simulasi, perencanaanscenario, teori permainan, model penetapan harga opsi, analisis klaim kontinjen, dan analisis diagram pohon untuk mengambil keputusan.

  1. Cara Mengatur Perencanaan Strategis Untuk Analisis

Tidak ada jadwal yang tetap untuk menganalisis usulan investasi. Segerasetelah orang orang tersedia mereka dapat memulai analisis. Perencanamengumpulkan proyek yang disetujui selama tahun tersebut untuk dimasukkandalam anggaran modal. Jika suatu usulan tidak memenuhi batas waktu tersebut, maka persetujuan formalnya dapat menunggu sampai tahun berikutnya, kecuali jika adasituasi yang tidak biasanya.

  1. Cara Menganalisis Rantai Nilai Dalam Perencanaan Strategis Yang SedangBerjalan

Dari perspektif perencanaan strategis, konsep nilai rantai menyoroti tiga bidangyang potensial berguna:

  1. Hubungan dengan pemasok Hubungan dengan pelanggan sebaiknya dikelola sedemikian rupa sehingga baik perusahaan maupun pemasoknya sama-sama memperoleh manfaat.
  2. Hubungan dengan pelangganHubungan dengan pelanggan juga dapat menjadi sama pentingnya sepertihubungan dengan pemasok.
  3. Hubungan proses dengan rantai nilai dari perusahaan

Analisis rantai nilai secara eksplisit mengakui fakta bahwa aktifitas nilaiindividual dalam suatu perusahaan tidaklah independen tetapi saling bergantung.

  1. Cara Memperhitungkan Biaya Berdasarkan Aktivitas

Meningkatnya komputerisasi dan otomasi di pabrik-pabrik telah mengarah pada perubahan-perubahan penting dalam sistem untuk mengumpulkan danmenggunakan informasi biaya. Biaya tenaga kerja langsung mungkin digabungkandengan biaya biaya lain sehingga menjadi biaya konversi yaitu, biaya tenaga kerjadan biaya overhead untuk mengkonversi bahan baku dan komponen menjadi barang jadi. Selain biaya konversi, sistem yang lebih baru ini juga membebankan biayaR&D, biaya umum dan administrative, serta biaya pemasaran ke produk.

  1. Kegunaan Informasi ABC

ABC, ketika digunakan sebagai bagian dari proses perencanaan strategis, dapatmemberikan wawasan yang berarti. ABC dapat menunjukkan bahwa produk rumitdengan banyak komponen terpisah memiliki biaya desain dan produksi yang lebihtinggi dibandingkan dengan produk yang lebih sederhana, bahwa produk denganvolume rendah memiliki biaya per unit yang lebih rendah dibandingkan dengan produk yang bervolume tinggi, bahwa produk dengan banyak persiapan atau banyak  permintaan perubahan teknik memiliki biaya per unit yang lebih tinggi dibandingkandengan produk-produk lain, dan bahwa produk dengan siklus hidup yang pendek memiliki biaya per unit yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain.

Proses-Proses atau Langkah-Langkah Dalam Perencanaan Strategis Proses tersebut melibatkan langkah-langkah berikut ini :

  1. Meninjau dan memperbarui rencana strategis dari tahun laluLangkah pertama dalam proses perencanaan strategis tahunan adalah untuk meninjau dan memperbarui rencana strategis yang disetujui tahun lalu.
  2. Memutuskan asumsi dan pedomanRencana strategis yang telah diperbarui memasukkan asumsi asumsi luas seperti perrtumbuhan dalam Produk Domestik Bruto(PDB), pergerakan musiman, tarif upah tenaga kerja, harga harga dari bahan baku penting, tingkat bunga, harga jual,kondisi Negara dimana perusahaan beroperasi. Asumsi-asumsi ini diperiksakembali dan, jika diperlukan, diubah untuk memasukkan informasi paling akhir.
  3. Iterasi pertama dari rencana strategisRencana strategis yang telah selesai berisi laporan laba rugi, persediaan, piutang,dan pos-pos kunci necara lainnya, jumlah karyawan, informasi kuantitatif mengenai penjualan dan produksi, pengeluaran untuk pabrik dan akuisisi modallainnya, arus kas yang tidak biasa lainnya, dan penjelasan serta justifikasi naratif.
  4. AnalisisJumlah dari rencana-rencana indifidual tidak mencapai tujuan korporat. Hanyaada tiga cara untuk menutup kesenjangan perencanaan :
  5. Temukan kesempatan untuk perbaikan dalam rencana unit bisnis
  6. Melakukan akuisisic Meninjau ulang tujuan korporat
  7. Iterasi kedua dari rencana strategisBeberapa perusahaan tidak mengharuskan revisi formal dari unit bisnis.Perusahaan-perusahaan tersebut menegosiasikan perubahan secara informal danmemasukkan hasilnya ke rencana di kantor pusat.
  8. Meninjau dan menyetujuiSuatu pertemuan dengan pejabat-pejabat senior korporat mendiskusikan rencanayang di revisi secara panjang lebar. CEO memberikan persetujuan akhir.Persetujuan tersebut sebaiknya dilakukan sebelum awal dari proses pembuatananggaran, karena rencana strategis merupakan input yang penting bagi prose situ.

BAB III

PENUTUPAN

 

  1. Kesimpulan

Dalam bab ini dijelaskan bahwa perencanaan strategis itu merupakan hal yangsangat penting untuk setiap perusahaan untuk memulai suatu kegiatan perencanaandan cara atau strategi untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut. Ada perbedaan makna antara “strategi” dan “strategis”, Strategi merupakan suatu cara dimana dilakukan untuk membuat strategi guna mencapai tujuan yang diharapkan, sedangkan strategis merupakan suatu cara untuk mengimplementasistrategi yang telah ditetapkan tersebut.Perencanaan strategis bermanfaat untuk membangun suatu perencanaan,membangun manajemen, dan dapat memancing manajemen untuk berfikir jangka panjang. Namun terdapat keburukan dimana akan timbul suatu perencanaan strategisyang memakan waktu dan biaya yang mahal.

Create your website at WordPress.com
Memulai